SOFIFI (kalesang) – Gubernur Maluku Utara (Malut) Abdul Gani Kasuba (AGK) nampaknya kecewa dengan menurunnya anggaran beasiswa pendidikan tahun 2022.
Pasalnya tahun 2021 lalu, Pemprov Malut menganggarkan Rp100 miliar untuk beasiswa pendidikan Strata Dua (S2) dan Strata Tiga (S3). Hal ini menurutnya untuk mendorong peningkatan sumber daya manusia di Maluku Utara.
“2021 lalu Rp100 miliar untuk melanjutkan studi S2 dan S3, tapi tahun ini (2022) tidak jelas lagi.”Ujar Gubernur AGK, saat diwawancarai kalesang.id, di kantor gubernur. Selasa (2/8/2022).
Diakhir masa kepemimpinannya, AGK berharap anggaran pendidikan bisa ditingkatkan, karena banyak generasi muda Maluku Utara yang mampu secara akademik, namun tak mampu secara finansial.
“Seluruh perguruam tinggi di Indonesia ada jatah-jatah beasiswa, juga dari berbagai Kementerian. Kita juga harus manfaatan itu.”tambah AGK.
Namun AGK kecewa karena bantuan pendidikan melalui program Kie Raha atau lewat Dinas Pendidikam dan Pengajaran (Dikjar) jumlahnya tak jelas.
“Tahun 2023, saya ingin bantuan pendidikan mudah-mudahan bisa dikembalikan seperti tahun-tahun sebelumnya, agar anak-anak kita bisa menyelesaikan pendidikannya.”Harap AGK. (tr-08)
Reporter : M. Rifdi Umasangadji
Redaktur : Wawan Kurniawan
