Membaca Realitas

Anggaran Paskibraka Tikep Tak Cukup

TIDORE (kalesang) – Ketua Panitia Paskibraka Ali Dukomalamo mengaku bahwa anggaran kegiatan Paskibraka masih kurang.

Meskipun begitu, ia memaklumi kondisi keuangan daerah Tikep saat ini.

“Bagi saya dengan dana Rp450 juta sekian itu terasa masih kurang, namun kondisi keuangan daerah seperti ini kita mau bagaimana?.” Ungkapnya ke awak media saat dikonfirmasi.

Kata dia, untuk anggaran konsumsi saja, hingga 8 hari pertama (Diklat) selesai, sudah mendekati Rp100 juta.

“Belum lagi ditambah biaya konsumsi selama masa karantina selama 8 hari kedepan.” Katanya.

Ia memperkirakan hingga masa karantina selesai, total belanja konsumsi kegiatan Paskibraka mencapai Rp100 Juta lebih.

Pasalnya untuk konsumsi peserta Paskibraka dimasa karantina, Panitia mengontrak catering RM. Melati yaitu sarapan pagi, makan siang, snack sore, dan makan malam. “Ditambah pasukan 45 dari TNI dan Polri.” Bebernya.

Diketahui pasukan Paskibraka terdiri pasukan 8, pasukan 17, dan pasukan 45.

Sementara jumlah total anggota Paskibraka Kota Tikep  sebanyak 34 orang didalamnya termasuk 3 orang cadangan.

Berita Terkait: Paskibraka Kota Tidore Masuk Masa Karantina

Ali merinci, biaya PDH warna putih per peserta Paskibraka, masing-masing orang sebesar Rp1 juta, jika ditotal 34 peserta, berjumlah Rp34 juta.

Sedangkan untuk pakaian olahraga, Ali bilang masing-masing  peserta Paskibraka  memiliki dua pasang, per pasang seharga Rp250 ribu total perorang Rp500 ribu. Secara keseluruhan pakaian olahraga sebesar Rp17 juta.

“Sementara untuk honor peserta masing-masing sebesar Rp2 juta atau total Rp68 juta.” Terangnya.

Untuk pelatih 2 orang TNI, 2 orang Polisi, 2 orang Purna Paskibraka Indonesia (PPI), dan 2 orang dari Dispora.

“Total honor mereka (pelatih) ini, sebesar Rp40 Juta atau per setiap orang adalah Rp5 Juta.” Paparnya.

Dan untuk kesehatan itu, biaya dikeluarkan (biaya obat) panitia tergantung resep obat dari dokter.

Ia juga bilang bahwa berbeda dengan sebelum covid-19, Pagu kegiatan Paskibraka Tikep sebesar Rp600 juta, hingga jumlah peserta berjumlah 62 orang.

“62 peserta itu dibagi dua shift yakni yang satu upacara pengibaran bendera dan yang satunya lagi pada upacara penurunan bendera. Kalo saat ini mereka bertugas menaikan dan menurunkan bendera.” Tukas Ali Dukomalamo (tr-04)

 

 

Reporter: M. Rahmat Syafruddin

Redaktur: Junaidi Drakel