TIDORE (kalesang) – Masalah listrik di Desa Maregam dan Desa Marekofo, Pulau Mare, Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Provinsi Maluku Utara kembali dibahas.
Dalam pembahasan itu, melibatkan Wakil Walikota (Wawali) Tikep, Muhammad Sinen beserta pihak PLN Unit Pelayanan Pelaksana Pelanggan (UP3) Ternate dan warga dua desa.
Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Wakil Walikota Tikep itu, dihadiri juga PLN Tidore dan beberapa dinas terkait, Kamis (1/9/2022).
Di kesempatan tersebut Muhammad Sinen mengatakan, persoalan listrik yang ada di dua desa ini merupakan persoalan serius. Pemerintah terus berupaya agar Pulau Mare dapat merasakan listrik seperti yang dirasakan masyarakat di Kota Tidore pada umumnya.
“Kami selalu berkoordinasi dengan pihak PLN untuk lakukan pengadaan, akan tetapi harus butuh waktu. Saya pastikan tidak lama lagi mesin penerangannya sudah ada.” Kata Muhammad.
Wakil walikota dua periode itu meminta agar warga dua desa untuk bersabar. Karena tidak ada satupun pemerintah yang memiliki niat untuk mendiskriminasi warganya sendiri.
“Ini hanya persoalan waktu saja.” Ungkap Ketua DPD I PDIP-P Malut itu.
Sementara itu, Manajer Bagian Perencanaan UP3 Ternate, Rahmat menambahkan, pengadaan mesin diesel ada momerandum bagi PLN untuk tidak boleh membeli atau mengadakan mesin diesel.
Akan tetapi, lanjutnya, berkat perjuangan dari berbagai stakeholder untuk berkolaborasi sehingga pada April 2020 wilayah induk Maluku dan Maluku Utara diberikan dispensasi untuk bisa membeli mesin diesel.
Tentu, Rahmat menambahkan, segala sesuatu yang dilakukan oleh PLN harus diketahui oleh Kementerian BUMN dan Kementerian SDM yang didukung juga dengan appropol dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
“Kami ini bukan perusahaan perorangan, namun kami juga butuh appropol dari Kementerian Keuangan agar bisa berjalan.” Kata Rahmat
Jadi, kata Rahmat, pengadaannya terkendala di dua tahun terakhir karena terkendala Covid-19. Pengadaan mesin diesel ini terkendala oleh jarak, sebab mesin tersebut belum ada di dalam negeri. Maka diusahakan pengadaannya dari luar negeri.
Terpisah, Kepala Desa Marekofo, Ahmad Ayub menambahkan, selama ini penerangan di Pulau Mare hanya dari pukul 18-00 sore hingga 00-00 WIT.
Dengan durasi aliran listrik yang hanya beberapa jam dalam sehari itu, warga Mare telah menghabiskan uang ratusan juta hanya untuk beli minyak.(tr-04)
Reporter: M. Rahmat Syafruddin
Redaktur: Junaidi Drakel
