SANANA (kalesang) – Mantan pemain Timnas Indonesia, Rizky Pora mengaku sangat kecewa dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Sula (Kepsul) yang tidak mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Maluku Utara yang ke-IV tahun 2022.
Tentu, pemain sepak bola asal Kepsul itu mengakatan, sangat disayangkan apabila Pemda Kepsul tidak menyiapkan para atlet, terutama di cabang olahraga bola kaki, untuk bersaing di kanca provinsi.
Padahal, mantan pemain Persita Tanggerang itu menambahkan, Porpov ini adalah satu kesempatan bagi generasi Sula untuk menunjukkan bakat dan skiil permainannya di depan banyak orang.
Apalagi, lelaki 33 tahun itu menyampaikan, Porprov ini akan seleksi pemain-pemain terbaik untuk mengkuti Pekan Olaharaga Nasional (PON) yang akan digelar di Aceh nanti.
“Sebenarnya saat ini apa tujuan dan target Pemda Kepsul gelar turnamen Bupati Cup. Apakah cuman hanya memeriahkan hari ulang tahun kabupaten saja atau seperti apa.” Kata Rizky saat dihubungi reporter kalesang.id, Senin (5/9/2022).
Kalau memang Pemda Kepsul gelar Bupati Cup dengan tujuan mengembangkan sepak bola, capten PS Barito Putera itu menambahkan, maka harus mengikuti Porprov di tahun ini.
“Karena di Porprov ini, selain akan membanggakan nama daerah, juga bisa melahirkan generasi muda dalam mengikuti turnamen yang lebih bergengsi lagi.” Sesalnya.
Lelaki dengan nomor punggung 26 itu merasa sangat tidak masuk akal jika Pemda Kepsul beralasan tidak memiliki anggaran sehingga tidak bisa mengikuti Porprov.
“Saya pikir anggaran bukan menjadi alasan. Sebab turnamen ini masih di seputaran Maluku Utara. Jadi otomatis tidak terlalu menelan anggaran seperti kita mengikuti event-event di tingkat nasional yang mengeluarkan anggaran begitu besar.” Ungkap Rizky.
Alumni SMA Negeri 1 Sanana itu mengaku pernah bertemu dengan bupati dan meminta agar memperhatikan generasi Sula yang memiliki potensi di bidang sepak bola.
“Memang benar kalau saat ini kita dari Sula juga sudah banyak bermain di liga-liga ternama. Salah satunya termasuk Ali Koroi. Tapi dukungan dari pemerintah itu juga sangat penting.” Ujarnya.
Misalnya tidak ada perhatian dari pemerintah, kata Rizky, maka mimpi generasi Sula untuk bermain di level nasional akan mati dengan sendirinya.
“Saya rasa banyak generasi Sula yang ingin bermain bola seperti kita yang sudah bergabung di club-club ternama di Indonesia. Saya harap, setelah dari kita yang pernah bermain di liga besar, ada generasi baru yang tampil menggantikan posisi kita.” Harap Rizky.(tr-02)
Reporter: Karman Samuda
Redaktur: Junaidi Drakel
