TERNATE (kalesang) – Warga Kelurahan Stadion Ternate mengkritik kinerja pimpinannya yaitu Lurah Stadion, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, dikarenakan belum menepati janjinya beberapa waktu lalu.
Kritikan tersebut disampaikan lewat tulisan spanduk yang terpampang atau digantung tepat di pagar depan Kantor Lurah Stadion, di mana dalam tulisan tersebut warga menolak bahkan meminta Lurah Stadion untuk diganti.
Menanggapi hal tersebut, Lurah Stadion Siti Nurleni Teng mengatakan, dirinya tidak mengetahui apa maksud pemalangan kantor tersebut, informasi itu juga diketahui setelah dirinya mendapatkan informasi pegawainya.
“Saya juga tidak tau apa maksud mereka, saya dapat informasi dua orang yang palang, kayaknya saya punya staf sendiri.” Ucap Siti saat ditemui kalesang.id, Kamis (22/9/2022).
“Saya juga tidak apa mereka, spanduk ini maksudnya apa? Kalau mau bilang pelayanan staf saya tetap melayani.” Sambungnya.
Terkait dengan janjinya memberikan dana musholla senilai Rp20 juta, Siti mengaku memang pada saat rapat sempat mengeluarkan statement tersebut, di mana dirinya berpikir dari dana Dana Pembangunan Partisipatif Kelurahan (DPPK) ada pemberdayaan dan item itu bisa dimasukkan.
“Waktu rapat memang itu saya punya suara keluar sendiri seperti itu, ternyata juknis yang keluar tidak untuk bantuan musholla maupun masjid.” Aku Siti.
Menurutnya, jika dirinya keluar atau menyimpang dari aturan juknis yang dikeluarkan, maka dirinya akan diperiksa oleh pihak berwenang, makanya ia bekerja sesuai aturan yang berlaku.
Siti menjelaskan, juknis yang dirubah itu, di mana dimasukkan untuk pembuatan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Tematik, jadi pemberdayaan masyarakat yang masuk 20 ke fisik dan 20 lainnya ke non fisik.
Baca Juga: Pelayanan Buruk, Warga Minta Ganti Lurah Stadion Ternate
“Saya sudah sampaikan ke RT RW setempat, bahwa pak saya kemarin janji, padahal di situ sudah dipilah, di pemberdayaan yang berapa persen itu sudah turun.” Terangnya.
Selain itu, jika yang dipermasalahkan soal pelayanan, Siti mengemukakan bahwa pihaknya tidak pernah menyulitkan warga, bahkan di dua minggu kemarin beberapa pelaku usaha mengurus Surat Keterangan Usaha (SKU) dan pihaknya melayani itu.
“Silahkan tanya ke pelaku usaha, saya bikin atau tidak, itu saja.” Sebut Siti.
Meskipun demikian, Siti menambahkan, dirinya tidak mau menyebutkan siapa pelaku pemalangan kantor lurah tersebut, hanya saja ia mengatakan akan mencari tahu lebih lanjut.
“Kami tidak bisa curiga orang, jadi saya tidak mau suudzon kepada orang, nanti sudah kami cari tahu apa sebenarnya mau mereka.” Tukasnya.(m-01)
Reporter: Rahmat Akrim
Redaktur: Wawan Kurniawan
