Membaca Realitas

Ini Kronologis Seorang TNI AD Kodim 1510 Sula yang Diduga Diterkam Buaya

SANANA (kalesang) – Kronologis seorang anggota TNI Kodim 1510 Sula, Serda Ahmad Ismi La Hardjilun yang diduga kuat diterkam buaya di perairan Desa Paratina, Kecamatan Sulabesi Barat.

Pada pukul 11.30 WIT, Praka Budiarjo Umasugi, Ongen dan Serda Ahmad Ismil La Hardjilun pergi ke Desa Malbufa dengan tujuan untuk menyelam atau memanah ikan dengan menggunakan 2 unit motor Yamaha Fino dan Yamaha Vario.

Kemudian, pukul 11.50 WIT mereka bertiga tiba di Desa Malbufa, lalu menyiapkan alat untuk menyelam serta panah ikan. Setelah alat disiapkan, mereka langsung turun ke laut.

Selama menyelam di laut kurang lebih 1 jam 30 menit, keadaan aman dan tidak ada kendala. Setelah itu karena melihat air keruh akhirnya memutuskan untuk melanjutkan memanah di Desa Paratina.

Lalu, pada pukul 14.20 WIT mereka lanjutkan perjalanan menuju Desa Paratina, dengan konidisi jalan yang tidak begitu bagus, jarak yang ditempuh memakan waktu 30 menit.

Mereka bertiga tiba di Paratina pada pukul 14.50 WIT. Ketika di lokasi, terlihat seekor buaya. Dari situ Ongen mengingatkan agar tidak lagi turun ke laut.

Hanya saja korban yang meninggalkan 2 orang anak itu merasa sudah terbiasa di laut sekitar situ dan bersikeras untuk masuk ke dalam laut.

Baca Juga: Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Seorang TNI yang Diterkam Buaya di Kepsul

Melihat Serda Ahmad sudah turun, Praka Budiarjo dan Ongen tidak berani ikut memanah karena firasat mereka berdua tidak begitu bagus.

Sekira 5 menit kemudian, Budiarjo dan Ongen menyusul Ahmad yang sudah lebih dulu. Saat itu, mereka bertiga masih sama-sama.

Namun, jelang berapa menit kemudian, Serda Ahmad memisahkan diri dari dua temannya itu. Jarak antara korban dengan Budiarjo dan Ongen setelah berpisah sudah sejauh 200 meter.

Lantaran ketakutan, mereka berdua memutuskan untuk tidak mengikuti Serda Ahmad. Tiba-tiba, ada satu nelayan asal Desa Bajo yang baru pulang memancing dan sampaikan ke mereka berdua bahwa ada buaya.

Nelayan itu bilang seekor buaya sedang makan sesuatu, tapi belum tahu apa yang dimakan. Jadi, Praka Budiarjo dan Ongen masuk ke dalam longboat nelayan Bajo dan menuju ke arah buaya untuk melihat situasi.

Setelah tiba di sekitar buaya tersebut, Praka Budiarjo dan Ongen bersama masyarakat bajo sedang melihat buaya sedang mengunyah dengan mulut yang penuh dengan darah. Di sekitar situ, terdapat banyak darah dan pelampung serta alat panah Serda Ahmad.

Baca Juga: Warga Temukan Perlengkapan Milik Anggota TNI yang Diduga Diterkam Buaya

Melihat hal itu, Praka Budiarjo dan Ongen serta Nelayan Bajo mengikuti buaya tersebut dengan maksud untuk memanah buaya, akan tetapi buaya sudah menyelam ke dalam air dan tidak bisa terlihat lagi.

Akhirnya, mereka bertiga memutuskan untuk kembali ke darat dan meminta tolong kepada masyarakat untuk kembali mencari Serda Ahmad Ismil La Hardjilun.

Setelah dari situ, Praka Budi pergi ke Posko Kodim 1510 Sula untuk melaporkan hal tersebut kepada Pasi Intel dan Dandim 1510 Sula.

Dandim 1510 Sula, Letkol. Inf Heru Gunadi meminta kepada semua pihak terkait agar bantu mencari Serda Ahmad hingga ketemu dalam keadaan hidup maupun sudah meninggal dunia.

“Kami akan berupaya sekuat tenaga agar korban dapat ditemukan.” Kata Heru saat diwawancarai kalesang.id, Minggu (3/10/2022).(tr-02)

 

Reporter: Karman Samuda

Redaktur: Junaidi Drakel