Membaca Realitas

Waspada! 42 Orang di Kepulauan Sula Terserang DBD dan DD

SANANA (kalesang) – Berdasarkan data  dari 13 puskesmas di Kabupaten Kepuluan Sula (Kepsul), terdapat 42 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kepsul, Suryati Abdullah mengatakan, dari jumlah kasus tersebut, terbagi dari suspek infeksi 1 kasus, Demam Dengue (DD) 10 dan DBD 31 kasus.

“Data untuk 2021 belum ada, karena pada saat itu belum ada Rapid Diagnostic Test (RDT) yang bisa periksa pasien yang mengalami DD maupun DBD.” Kata Suryati kepada kalesang.id, Jumat (21/10/2021).

Sementara langkah tenaga medis di 13 puskesmas dalam melakukan pencegahan DD dan DBD, Suryati menambahkan, pihaknya terus melakukan penyuluhan dan sosialisasi di masyarakat tentang menguras, menyuruh dan mengubur (3MPLUS).

“Serta memakai kelambu dan memberikan abatesasi ke tempat perindukan nyamuk. Kemudian melakukan penyelidikan Epidemiologi pada masyarakat. Jadi 2022 ini pasien yang terserang DD maupun DBD belum ada yang meninggal.” Ujarnya.

Selain itu, kalesang.id mencoba menghubungi Direktur RSUD Sanana Ulia H. Ngofangare terkait berapa jumlah pasien DBD maupun DBD yang dirawat, namun belum mendapat tanggapan hingga berita ini dipublis.

Sekadar diketahui, berdasarkan catatan dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) sampai Minggu ke-36, jumlah kumulatif kasus konfirmasi DBD dari Januari 2022 dilaporkan sebanyak 87.501 kasus (IR 31,38/100.000 penduduk) dan 816 kematian (CFR 0,93%).

“Secara umum terjadi peningkatan kasus Dengue. Kasus paling banyak terjadi pada golongan umur 14-44 tahun sebanyak 38,96 persen dan 5-14 tahun sebanyak 35,61 persen.” Kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes RI Maxi Rein Rondonuwu di Jakarta, Kamis (22/9/2022).(tr-02)

 

Reporter: Karman Samuda

Redaktur: Junaidi Drakel