Membaca Realitas

Belajar Hidroponik di YouTube, Pria di Kastela Mampu Raup Keuntungan Jutaan Rupiah

TERNATE (Kalesang) – Ayah 2 orang anak asal Kelurahan Kastela, Ternate Selatan, Maluku Utara bernama Sardi Imran (37) memilih menjadi petani Hidroponik dan mampu meraup keuntungan hingga jutaan rupiah perbulan.

Amatan kalesang.id, di lokasi Pantai Kastela tepat di belakang SMK N-4 sebuah kebun kecil panjang 30 meter dan lebar 20 meter  ada berbagai macam jenis tanaman bulanan seperti cabai, tomat, sayur, dan jagung. Ada juga lahan berukuran panjang 20 meter dan lebar 10 meter yang disulap Sardi menjadi green house untuk tanaman hidroponik seperti selada,. Walaupun lahan terbilang kecil, namun berhasil meraup keuntungan bersih sebulan Rp4 juta lebih.

Tanaman hidroponik memanfaatkan air sebagai media bukan tanah. Tanaman diberi air dan pupuk secara bersamaan sesuai dengan kebutuhan dan umur tanaman serta kondisi lingkungan.

Kesuksesan pria yang akra disapa Adi ini tidak diperoleh semudah membalikkan telapak tangan, kegagalan demi kegagalan pernah menimpanya awal merintis usaha.

“Saya mulai budidaya tanaman hidroponik ini sudah tiga tahun, namun terkendala dengan modal, karena butuh biaya yang cukup besar. Alhamdulillah ada yang memberi modal, saya langsung membuat green house.” Katanya.

Adi mengungkapkan, awal mula tercetus ide budidaya tanaman hidroponik karena untuk mendapatkan lahan luas di perkotaan sulit.

Memilih selada kata Adi, karena tanaman ini tidak bisa ditanam di tanah langsung, dan menjadi peluang ekonomi , karena budidaya tanaman hidroponik masih kurang persaingan di pasaran.

Adi mengaku bukan seorang sarjana pertanian yang mengerti seluk beluk bertani. Ia hanya lulusan SMK yang tidak mengerti sedikitpun tentang pertanian.

Namun ia mempunyai tekad kuat untuk menjadi seorang petani yang sukses. Sehingga semangat itu terus tumbuh meski pernah menuai kegagalan.

Bersama sang istri, Adi secara otodidak mempelajari cara bertani hidroponik melalui kanal YouTube dan baca buku. Ia juga pernah ke Desa Oba untuk belajar bersama Dinas Pertanian disana.

Kini, usahanya tidak sia-sia, hasil panennya sudah di distribusikan ke restorant cepat saji yang ada di Kota Ternate, beberapa rumah makan di daratan Halmahera hingga Kepulaun Sula.

“Alhamdulillah dengan keberhasilan ini, saya bisa menghidupi dua orang anak saya, yang pertama perempuan sudah 10 tahun yang kedua laki-laki 4 tahun.” Tambahnya bersyukur. Yang menjadi kunci katanya, harus menjaga tanaman seperti menjaga anak sendiri. agar bisa tumbuh subur dan menghasilakan. (TR-04)

 

 

Reporter: Siti Halima Duwila
Redaktur: Wawan Kurniawan