Membaca Realitas

Warga Kepulauan Sula Antre Mita Berjam-jam

SANANA (kalesang) – Warga Desa Mangon, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara antrean minyak tanah (Mita) selama berjam-jam.

Berdasarkan pantaun kalesang.id, sejumlah warga khawatir saat sudah mengantre lama baru pemilik pangkalan minyak tanah mengaku stoknya sudah habis. Saat antrean panjang itu, terlihat cerigen diatur secara rapi. Namun, ada ibu-ibu sedang marah-marah terkait dengan antrean panjang tersebut.

“Ada-ada saja, stok minyak tanah berton-ton, masa mereka katakan stoknya tinggal sedikit. Padahal, warga yang mengantre tidak terlalu banyak, tapi minyak secepat itu bisa habis.” Kata Wirda salah satu warga Mangon, Rabu (7/12/2022).

Sayangnya, di tengah-tengah warga mengantre ada seorang nenek yang berumur 78 tahun juga ikut mengantre. Tetapi dirinya menolak untuk diwawancarai dan enggan menyebutkan namanya itu dipublikasi.

“Maaf saya tidak mau diwawancarai.” Ujarnya.

Meskipun tidak inginkan diwawancarai, dia mengatakan, meskipun umurnya sudah begitu tua. Tetapi masih kuat dan belum pikun.

“Biar saya sudah tua begini tapi belum pikun nak.” Ucapnya.

Selain itu, adapun, Jai nahkoda motor kayu  ingin membeli minyak tanah, tapi oleh pemilik pangkalan minyak tanah yang bernama Rizky Kamarullah. Sebab, pelayanan hanya diperuntukkan oleh warga Desa Mangon saja, tidak untuk yang lain.

“Kami tidak diijinkan untuk membeli minyak tanah di sini. Padahal kami hanya membeli minyak untuk keperluan mesin laut yang menggunakan minyak tanah.” Pungkasnya.(tr-02)

 

Reporter: Karman Samuda

Redaktur: Junaidi Drakel