Ahmad Yohan Sebut Pertumbuhan Ekonomi Malut Sebuah Ironi
TERNATE (kalesang) – Pertumbuhan Maluku Utara pada triwulan II tahun 2022 mencapai 27,74 persen, menuai banyak pujian dan kritikan dari sejumlah stakeholder.
Untuk diketahui, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara triwulan II tahun 2022 hingga triwulan III yang mencapai 24,84 persen itu, merupakan angka tertinggi se- Indonesia.
Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Ahmad Yohan mengatakan, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara merupakan sebuah ironi.
Sebab menuturnya, angka pertumbuhan itu, tak sebanding dengan senjumlah indikator pendukung dan kondisi masyarakat.
“Maluku Utara ini pertumbuhan ekonominya luar biasa tinggi, tapi kita sedih juga, angka kemiskinan di kabupaten dan kota tidak berubah.”Ungkapnya saat ditemui awak media pada Kegiatan Reses Komisi XI, Jumat (16/12/2022).
Kemudian, anggota DPR RI Fraksi PAN itu juga menyampaikan, pada indikator kesehatan, angka kasus stunting di Maluku Utara masih mencapai 27 persen. Hal itu dianggap tidak sinkron dengan angka pertumbuhan ekonomi.
“Angka itu lumayan tinggi, ini kan aneh, pertumbuhan ekonomi tinggi, tapi kesehatannya memburuk, pendidikannya biasa-biasa saja. Masa depan Maluku Utara ini akan seperti apa?.”Tegasnya.
Baginya, hak tersebut harus dikaji oleh Pemerintah Daerah (Pemda). Tak hanya itu, ia mengatakan, pihak Pemda harus mempunyai infogram terkait dampak dari pertumbuhan ini ke masyarakat.
“Kita harus pastikan juga, Pemda jangan terbuai dengan survey yang mengatakan kalau Malut Provinsi terbahagia.” Tuturnya.
Untuk itu, ia berharap, dengan adanya potensi pertambangangan yang dimiliki Maluku Utara, Pemda bisa bersinergi dengan perbankan untuk membuat suatu kebijakan yang berdampak pada masyarakat.
“Saya curiga di Tambang ini hanya satu dua orang saja, atau hanya eksploitasi saja. Pemda harus bersinergi agar berdampak juga bagi masyarakat sekitar tambang maupun Maluku Utara.” Pungkasnya.(M-02)
Reporter: Sitti Muthmainnah
Redaktur: Wawan Kurniawan
