TERNATE (kalesang) – Fasilitas yang dibangun mantan Walikota Ternate Almarhum Burhan Abdurrahman dibiarkan terbengkalai di masa jabatan Tauhid Soleman.
Dari amatan kalesang.id beberapa taman yang ada di Kota Ternate seperti Taman Nukila, Taman Jolemajiko Dufa-Dufa, Taman Falajawa, Landmark Kota Ternate, dan Ternate Kotaku depan Masjid Al-Munawar, terlihat dibiarkan tak terurus.
Dari Utara Kota Ternate tepatnya di Taman Tomajiko Dufa Dufa yang diresmikan 13 Desember 2018 oleh mantan Walikota Almarhum Dr. Burhan Abdurrahman sudah tampam rusak.
Di pojok kiri, tepatnya salah satu bangunan yang dihiasi pajangan beberapa foto diantaranya, filosofi motor ikan, sejarah Kesultanan Ternate, arti JoleMajiko, arti perahu Juanga, serta sejarah singkat Kelurahan Dufa-Dufa, mulai lapuk tak terurus.
Bangun di pojok kiri dengan tiang penyangga yang terbuat dari kayu di setiap sisinya, sudah mengalami kerusakan, demikian atapnya juga sudah berlubang, itu terlihat jika turun hujan. Padahal bangun ini sering dijadikan tempat berteduh warga.
Murdin warga sekitar mengatakan, sudah banyak yang mengeluh terkait kerusakan bangunan di pojok Kiri taman Jole Majiko.
“Sudah banyak yang mengatakan dan melihat bangunan tersebut sudah rusak, selaku masyarakat biasa, saya harap bisa diperbaiki.” Harapnya. Selasa (20/12/2022).
Kemudian di depan masjid Al-Munawar Kecamatan Ternate Tengah, kerusakan terlihat jelas saat melintas di jalan tersebut, yakni Tulisan “Ternate Kotaku”.
Huruf O, A, K, dan U sudah rusak dan tidak seperti dulunya saat pertama kali dibuat.
Juga Taman Nukila, sebanyak 5 buah ayunan sudah rusak, yang tersisa hanya tiang penyangganya.
Sinta salah satu pengunjung mengatakan, kemungkinan karena sudah lama dan sudah berkarat.
“Mungkin karena sudah lama dan sudah berkarat, sehingga ayunan tersebut rusak.” Ujarnya.
Hal yang sama juga terlihat di Taman Falajawa dan Landmark. Tulisan “Taman Falajawa” Warna merah kini telah tiada pasca dihantam gelombang besar awal tahun 2022.
Sejumlah lampu hias yang bergelantungan pun tak terurus, bahkan fasilitas untuk pejalan kaki seperti trotoar kini berlubang.
Sementara kolam Landmark, yang dulunya bersih kini di dasar kolam terlihat kotor kehijauan.
Fasilitas seperti kamar mandi pun tidak dibuka, sehingga dikeluhkan pengunjung salah satunya Rafli.
“Kalau ingin buang air kecil tidak bisa karena pintu ditutup dari luar.” Tandasnya. (tr-08)
Reporter: Marwan Agil
Redaktur: Wawan Kurniawan
