Ini Alasan Kenapa Maluku Utara Dilanda Angin Kencang dan Gelombang Tinggi
Berdasarkan Keterangan BMKG
TERNATE (kalesang) – Beberapa hari terakhir Provinsi Maluku Utara (Malut) dilanda cuaca buruk, baik angin kencang, gelombang tinggi maupun hujan sedang hingga lebat.
Menurut keterangan BMKG, alasan wilayah Maluku Utara dilanda cuaca buruk disebabkan dampak bibit siklon tropis 97W atau badai dengan kekuatan besar yang biasanya terbentuk di atas lautan luas.
Analisis BMKG sendiri, bibit siklon tropis 97W terpantau berada di laut Filipina, tepatnya berada di sekitar 6.2⁰ LU, 132.7⁰ BT dengan kecepatan angin maksimum 15-20 knots dan tekanan udara minimum 1007 mb yang bergerak ke arah barat sampai barat laut.
Hal tersebut berdampak tidak langsung terhadap cuaca di Indonesia, terutama di Maluku Utara baik angin kencang, hujan sedang hingga lebat, maupun gelombang laut yang tinggi.
Baca Juga: Cuaca Ekstrim, Warga Halmahera Tengah Diduga Terseret Ombak
“Diperkirakan potensi sistem tersebut menjadi siklon tropis dalam 24 jam kategori rendah.” Sebut BMKG sebagaimana dikutip kalesang.id dari situs resmi BMKG, Rabu (11/09/2023).
Adapun daerah terdampak dari adanya bibit siklon tropis 97W, yaitu hujan sedang hingga lebat di Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Tidak hanya itu, dua daerah itu juga diprediksi dilanda angin kencang.
Untuk gelombang tinggi 1.25 – 2.5 meter akibat bibit siklon tropis 97W terjadi di perairan laut Sulawesi bagian barat, perairan Sulawesi Utara, laut Maluku bagian selatan, perairan barat dan Timur Halmahera, laut Halmahera, perairan utara Papua Barat hingga Papua, perairan Biak dan Samudera Pasifik utara Papua.
Baca Juga: Kejari Tidore Kepulauan Bentuk Posko Pelabuhan
Sedangkan tinggi gelombang 2.5 – 4.0 meter akibat bibit siklon tropis 97W ini diprediksi terjadi di perairan laut Sulawesi bagian tengah dan timur, perairan Bitung – Kepulauan Sitaro.
Kemudian, perairan Kepulauan Sangihe – Talaud, laut Maluku bagian utara, perairan utara Halmahera, dan Samudera Pasifik utara Halmahera hingga Papua Barat.
Bisa cek lengkapnya di link di bawah ini;
Reporter: Rahmat Akrim
Redaktur: Junaidi Drakel
