Membaca Realitas

Ini Profil Warga Kepulauan Sula yang Meninggal di Luar Negeri

Keluarga Harap Jenazah Bisa Dipulangkan

 

SANANA (kalesang) – Sarfudin Sapsuha yang meninggal di luar negeri merupakan alumni SMK Negeri 2 Desa Pohea, Kecamatan Sanana Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara.

Sarfudin adalah anak kelima dari enam bersaudara yang tinggal di Desa Wailau, Kecamatan Sanana. Setelah lulus sekolah sejak 2012 silam, Sarfudin mulai bekerja di kapal penangkap ikan yang beroperasi di luar negeri di bawah PT. Alya Samudra Indonesia.

Selama bekerja, pria kelahiran 1992 itu jarang sekali kembali ke kampung, terakhir Safrudin  kembali di tahun 2022. Di saat ia pulang, tujuannya hanya perbaiki kubur milik almarhum ayahnya, Subakir Sapsuha.

“Dia datang memperbaiki kubur ayah kami dan renovasi rumah pada bagian atap. Setelah itu dia berangkat lagi kurang lebih sudah empat bulan.” Kata Tasrin, kakak kandung Sarfudin kepada kalesang.id, Jumat (201/2023).

Di saat dia kembali lagi ke tempat kerja, Tasrin mengatakan, Sarfudin pernah janji akan kembali lagi dan renovasi seluruh bangunan rumah yang saat ini ditempati oleh ibu mereka, Marifa Sapsuha.

”Tapi sayang, impiannya harus terhenti di negara lain.” Beber Tasrin.

Selain itu, berdasarkan informasi yang diperoleh oleh keluarga, Sarfudin meninggal di dalam kapal. Namun hingga kini keluarga belum tahu penyebab meninggal seperti apa.

Ternyata, Sarfudin bukan meninggal di Negara Amerika Latin, tetapi di Kota Majuro, Negara Kepulauan Marshall yang terletak di Samudera Pasifik bagian barat.

“Kami mohon doa semoga ada jalan keluar yang terbaik untuk almarhum dan keluarga besarnya.” Harap Ahmad Sapsuha, salah satu keluarga almarhum.

Sekadar diketahui hingga sampai saat ini keluarga besar almarhum masih terus berkoordinasi dengan pihak perusahaan untuk mendatangkan jenazahnya hingga tiba di Kepulauan Sula.

 

Reporter: Karman Samuda

Redaktur: Junaidi Drakel