Pulau Kucing Tinggal Nama, 2 Desa di Kepulauan Sula Terima Penghargaan dari Kemenparekraf
SANANA (kalesang) – Dua desa yang miliki pariwisata di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, dapat piagam penghargaan Anugrah Desa Wisata Indonesia (ADWI) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Dua desa tersebut, di antaranya, Desa Pohea, Kecamatan Sanana Utara dan Desa Pastabulu, Kecamatan Mangoli Utara. Sementara, Desa Fukweu yang dikenal dengan pariwisata Pulau Kucing saat ini hanya tinggal nama.
Ketua Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kepulauan Sula, Iksan Buamona mengatakan, piagam penghargaan yang diterima itu karena hanya dua desa itu yang berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Utara untuk mengusulkan ke Kemenparekraf RI dan masuk sebagai desa binaan.
Baca Juga: Pergi ke Kebun, Nenek 80 Tahun di Maluku Utara Ditemukan Meninggal Dunia
“Saya koordinasi dengan Dispar Provinsi Malut, dan hasilnya seperti itu. Di Sula hanya dua desa, karena kedua desa itu yang kadesnya koordinasi untuk ajukan ke kementerian.” Katanya, (17/2/2023).
Maka dari itu, lanjut Iksan, dia ingin berpesan ke suluruh kepala desa se-Kepulauan Sula agar memperhatikan sektor pariwisata dari masing-masing desa yang bersangkutan.
“Jika ada potensi di sektor tersebut, silahkan diseriusi untuk garap. Dengan jaringan GenPi Nasional yang begitu kuat, Genpi Sula siap dampingi dan promosi lewat media GenPI Nasional.” Ujarnya.
Baca Juga: Hore! Dinkes Kepulauan Sula Buka Pendaftaran Seleksi Honda Nakes
Belum lagi, Iksan menambahkan, saat ini Pemerintah Pusat lagi fokus ke sektor pariwisata. ADWI adalah bukti keseriusan Pemerintah Pusat peduli terhadap desa-desa yang punya potensi wisata.
“Saya berharap kades se-Kepulauan Sula juga bisa mensinergikan hal tersebut. Jika lolos di salah satu nominasi ADWI, seperti Pohea dan Pastabulu, maka peluang desa tersebut untuk dapat penganggaran dari kementerian sudah terbuka. Tinggal diseriusi oleh kepala desa masing-masing saja, GenPI selalu siap dampingi.” Tandasnya.
Reporter: Karman Samuda
Redaktur: Junaidi Drakel
