TERNATE (kalesang) -Ekspor komoditi kepiting bakau tercatat meningkat 12 persen pada Februari tahun 2023.
Diketahui Kepiting bakau merupakan salah satu jenis binatang laut yang hidup di wilayah hutan mangrove. Maluku Utara sebagai provinsi yang memiliki hutan mangrove yang luas menjadi salah satu daerah penghasil kepiting bakau yang potensial.
Bidang Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan (PHPI) Terampil Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu (SKIPM) Kota Ternate I Dewa Made Jaka B.K mengungkapkan ekspor kepiting bakau telah menjadi sumber pendapatan ekonomi yang penting bagi nelayan dan pelaku usaha di Maluku Utara.
“Kepiting bakau telah di ekspor ke Singapura sebanyak 4.104 Ekor per Februari 2023 dan meningkat dibandingkan Januari sebanyak 3.229 ekor.” Ungkapnya kepada kalesang.id, Kamis (15/3/2023).
Sementara, total nilai ekspor kepiting bakau sampai dengan bulan Februari mencapai Rp1.823.220.679, yang mana pencapaian tersebut memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah di Maluku Utara.
“Kepiting bakau dipilih yang berkualitas baik untuk dijual sebagai produk ekspor dan yang tidak memenuhi standar kualitas biasanya dilakukan proses pemeliharaan lebih lanjut dan beberapa diantaranya dijual di pasar lokal.” Jelasnya.
Untuk mendorong peningkatan ekspor, Dewa mengaku pihaknya telah memberikan pembinaan pelaku usaha terkait peningkatan kualitas dan kuantitas kepiting bakau yang akan dilalu lintaskan.
“Dengan upaya yang dilakukan itu diharapkan produksi dan Ekspor kepiting bakau terus meningkat ke negara-negara lain seperti Cina dan Korea.” Harapnya.
Reporter: Sitti Muthmainnah
Redaktur: Wawan Kurniawan
