TERNATE (kalesang) – Sebanyak 6 Sekolah Dasar (SD) di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut), terancam tidak mendapatkan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari Kementrian Keuangan (Kemenkeu) RI.
Enam sekolah yang dikabarkan tidak mendapatkan anggaran BOS itu, karena terlambat menginput Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di pusat.
Widyaprada Ahli Madya Balai Penjaminan Mutu Pendidikan
(BPMP ) Provinsi Maluku Utara, Meydiawati mengatakan, pencairan anggaran BOS empat bulan dari Januari hingga April 2023, seharusnya juga diperoleh enam sekolah tersebut.
Namun karena mereka terlambat menginput data Dapodik sesuai waktu ditentukan pusat, jadi pencairan BOS empat bulan mereka tidak cair.
“Tadi kami diundang Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ternate bersama enam sekolah itu, guna mengevaluasi kendala pengimputan data hingga tak peroleh anggaran BOS.”Ungkapnya Kamis (13/4/2023).
Kata dia, dari hasil evaluasi BPMP dan Disdik, dari enam sekolah ini sebagian terlambat dalam pengimputan data Dapodik.
“Selain itu, ada juga sekolah yang sudah selesai menginput Dapodik, namun lupa klik konfirmasi sehingga data tersebut tidak terbaca dari pusat.” Ujarnya.
Kata dia, sebenarnya sekolah itu sudah tau informasi penginputan data karena Disdik memberikan informasi dan selalu mengingatkan, kemudian mereka tahu kapan data tersebut harus diinput dan melapor ke pusat.
“Bagi saya keterlambatan pengimputan data Dapodik bagian dari kelalaian Kepala Sekolah.” Tegasnya.
Terpisah, Kepala SD Muhammadiyah Kota Ternate, Anti Tukuboya mengaku, pihaknya telah menyelesaikan penginputan laporan Dapodik, namun tinggal klik konfirmasi dari operator sekolah saja.
“Kendalah kami dari SD Muhammadiyah karena laporan belum terkonfirmasi, hingga anggaran BOS belum cairkan Kemenkeu.” Tutupnya. (tr-02)
Reporter: Dedi Sero-Sero
Redaktur: Wawan Kurniawan
