Masuk Triwulan ke-2 Tahun 2023, Kecelakaan Kerja di Malut Capai 6 Kasus
SOFIFI (kalesang) – Kepala Bidang Hubungan Industri dan Pengawasan Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Maluku Utara Arizal Rivai mengatakan, sepanjang tahun 2023 jumlah kasus kecelakaan kerja kurang lebih sebanyak 6 kasus.
Namun secara kategori tingkat kecelakaan kerja di Maluku Utara berada pada kategori sedang, meskipun sering terdapat insiden di salah satu perusahaan tambang.
Dikatakan, kecelakaan kerja tinggi diukur dari Frequency Rate atau banyaknya jumlah kecelakaan hilang dalam satu juta jam kerja selama periode tertentu dalam hitungan, tiga bulanan, enam bulanan ataupun tahunan.
“Kecelakaan tinggi sebenarnya kita ukur dari Frequency Rate nya, untuk sementara kecelakaan yang sedang-sedang saja semua, masih patut dikatakan dalam kondisi relatif normal.” Ucap Arizal kepada kalesang.id, Senin (1/5/2023) malam.
Ia menyebutkan, walaupun ada insiden-insiden kecelakaan kerja di salah satu perusahaan misalnya, pihaknya bukan memaklumi, akan tetapi memang susah dihindarkan, dikarenakan masifnya tenaga kerja.
Meski begitu, kata dia, pihaknya tetap menekan perusahaan untuk tetap menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), dan seiring waktu kecelakaan kerja berkurang.
“Jadi sampai saat ini kita tekan, jadi Alhamdulillah seiring dengan waktu hampir tidak ada kecelakaan kerja.” Aku Arizal.
Untuk jumlah kasus kecelakaan kerja pada tahun 2023 kurang lebih sebanyak 6, dengan total jumlah korban jiwa sebanyak 4 orang. “Termasuk baru-baru ini yang kecelakaan kemudian dirawat dan meninggal dunia, itu dia terhitung di kecelakaan kerja.” Ungkapnya.
Ia juga mengatakan, nantinya ke depan terdapat beberapa program-program khusus yang akan dijalankan di tahun 2023 ataupun 2024, terutama melihat tenaga kerja di Maluku Utara.
“Tentunya saya berharap kompetensi tenaga kerja bisa naik dan K3 menurun.” Pungkasnya.
Reporter: Rahmat Akrim
Redaktur: Yunita Kaunar
