Membaca Realitas

Pemkot Ternate Dituding Tidak Mampu Mengurus Permasalahan Pasar

Sudarno: Disperindag Harus Punya Cara Tersendiri

TERNATE (kalesang) – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Maluku Utara, dianggap tidak mampu mengurus permasalahan pasar di Kota Ternate.

“Memang sampai kapanpun, dari satu kepala dinas ke yang lainnya, persoalan pasar tidak akan pernah tuntas.” Kata Anggota Komisi II DPRD Kota Ternate, H. Sudarno Taher, Rabu (31/5/2023).

Sudarno mengatakan, kalau belajar dengan pasar di Kota Manado, tentu jauh lebih baik, karena sudah dikelola oleh perusahan daerah atau pihak ketiga.

“Disperindag harus punya cara tersendiri yang tidak normal seperti dinas lain. Karena pemerintah sudah memberikan kelonggaran bagi pedagang, khususnya di Ternate.” Ungkapnya.

Baca Juga: Tenggelam Saat Memanah Ikan di Pulau Failonga, Remaja di Tidore Maluku Utara Meninggal Dunia

Sudarno menambahkan, persoalan pasar ini selalu menjadi perbincangan publik, terkait dengan penataannya. Saat ini beberapa aktivitas pasar terlihat sudah mati. Seperti Pasar Syari’ah Sasa, semua pedagang berjualan di luar, pasar Dufa-Dufa dan lain sebagainya.

Hal itu, lanjutnya, karena tidak ada ketegasan dari pemerintah daerah dalam penataan pasar. Meskipun tidak dibatasi, tapi harus ditata, sehingga para pedagang dari mana saja bisa datang, selama mematuhi aturan.

“Pengelolaan pasar itu masih belum bagus. Pemerintahan saat ini maupun ke depan tentu harus melakukan gebrakan dan kebijakan yang diambil itu betul-betul bisa membuat perubahan.” Tandasnya.(tr-01)

 

Reporter: Juanda Umaternate
Redaktur: Junaidi Drakel