TERNATE (kalesang) – Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara kembali mengalami inflasi per Juni 2023 sebesar 0,01 persen (Month To Month). Di mana, Kota Ternate tercatat mengalami inflasi secara berkelanjutan.
Hal itu mendapat tanggapan serius dari Akademisi Unkhair Ternate, Muammil Sunan. Ia mengungkapkan, Pemkot Ternate harusnya perlu memahami secara konkrit apa penyebab inflasi dan mengambil kebijakan yang tepat mengatasi inflasi tersebut.
Kata dia, Kota Ternate menjadi indikator makro ekonomi Malut, termasuk inflasi. Untuk itu, Pemkot tidak bisa hanya berdiam diri, tetapi secepatnya ambil langkah antisipatif. Dampak dari inflasi itu yang harus dilihat oleh Pemkot, karena pastinya memiliki efek terhadap perekonomian daerah, baik mikro maupun makro.
“Memang problem inflasi di Kota Ternate cenderung dipicu oleh harga-harga barang kebutuhan pokok khususnya pangan. Untuk itu terkait inflasi yang sering dialami daerah yang perlu dicermati adalah dari penyebabnya.” Katanya, Kamis (6/7/2023).
Baca Juga: Penyakit Kusta di Kota Ternate Capai 48 Kasus
Menurut Muammil, Biasanya penyebab inflasi hanya dari sisi permintaan dan tingginya biaya produksi atau penawaran. Inflasi Kota Ternate cenderung disebabkan rendahnya penawaran atau produksi lokal terutama barang-barang kebutuhan pangan.
“Rendahnya produksi lokal akan kebutuhan pangan menyebabkan permintaan dari luar daerah yang lumayan besar, mencapai lebih dari 80 persen.” Ungkapnya.
Selain itu, ia menambahkan, tingginya cost transportasi lokal antar daerah di Maluku Utara menjadi penyebab bersaing harga dengan barang dari luar daerah.
“Jalur distribusi barang kebutuhan pangan yang menjadi penyebab pembentukan harga akhir menjadi cukup tinggi sehingga memicu inflasi. Jika harga kebutuhan pangan mengalami inflasi? Pastinya berdampak pada kegiatan ekonomi di sektor lainnya secara menyeluruh.” Tandasnya.(tr-01)
Reporter: Juanda Umaternate
Redaktur: Junaidi Drakel
