Membaca Realitas

Kemendes PDTT Berikan Bantuan Mesin Pengolah Tepung Sagu kepada Warga Kepulauan Sula

Malik: Tugas Kami Mengawal Setiap Program

SANANA (kalesang) – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggan dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara menyerahkan sekaligus melakukan praktek pengoperasian alat pengolah tepung sagu, Rabu (23/8/2023)

Serah terima yang berlangsung di Desa Waitina, Kecamatan Mangoli Timur itu dihadiri Asisten II, unsur dari Poltekkes Kemenkes Ternate, Kepala Desa Waitina, Kapolsek Mangoli Timur, Camat Mangoli Timur dan kelompok pengolah tepung sagu.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Kepulauan Sula, Rahmat Sillia mengatakan, selain rumah produksi yang dibangun di Desa Waitamua, sekarang rumah produksi juga telah dibangun di Desa Mangoli.

“Bantuan Kemendes PDTT di Kabupaten Kepulauan Sula sungguh luar biasa dan harus dimanfaatkan secara baik oleh desa dan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) untuk kemajuan desa.” Kata Rahmat.

Tentu, lanjutnya, bantuan tidak serta merta ditetapkan begitu saja, tetapi melalui proses koordinasi dengan Kemendes PDTT, DPRD Provinsi Maluku Utara dan Pemda Kepulauan Sula serta proaktif dari pemerintah desa.

“Bantuan-bantuan dari Kemendes ini harus dimanfaatkan baik-baik, sehingga tidak menjadi kendala ketika kita mengusulkan bantuan ke desa-desa lain. Bantuan ini akan dikelola oleh Bumdes. Olehnya itu desa wajib memiliki Bumdes.” Ujarnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Komis IV DPRD Provinsi Maluku Utara, Abdul Malik Sillia menyampaikan, sebanyak apapun program Kemendes PDTT, selama pemerintah daerah tidak proaktif, maka tidak akan mendapatkan bantuan.

“Tapi Alhamdulillah Pemda Kepulauan Sula proaktif dan berkomunikasi dengan baik, sehingga kita mendapatkan bantuan baik berupa program pembagunan rumah produksi, bantuan alat-alat pengolah tepung sagu, pengembangan akses jalan pemukiman transmigrasi dan masih banyak bentuk bantuan lainnya.” Kata Malik.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menambahkan, kerja sama dan komunikasi baik yang terbangun seperti inilah yang harus dijaga untuk kemaslahatan masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula.

“Tugas kami adalah bersama Ibu Bupati untuk mengawal setiap program, karena ini adalah program pemerintah.” Pungkasnya.

 

Editor: Junaidi Drakel