Membaca Realitas

Pedagang: Petugas DLH Ternate Sering Mengeluh Truk Sampah Kehabisan BBM

Kulit Kelapa Muda di depan Pasar Sabi-Sabi Ternate Dibersihkan

TERNATE (kalesang) – Tumpukan sampah kulit kelapa muda di depan Pasar Sabi-Sabi Kelurahan Makasar Timur, Ternate, Maluku Utra akhirnya diangkat petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate.

Pantauan kalesang.id, Kamis (24/8/2023) sore petugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Ternate, mendatangkan satu unit mobil armada untuk mengangkut sampah tersebut.

Sampah itu diketahui berasal dari para pedagang kelapa muda yang berjualan di lokasi tersebut.

Lama tak diangkat, sampah mulai mengeluarkan aroma tak sedap, hingga menggangu pedagang sekitar.

Saking banyanknya, tidak semua sampah  diangkat petugas, hingga pedagang berinisiatif mengumpulkan sampah itu lalu menaru dalam karung plastik.

Kepala seksi DLH Kota Ternate, Harun Hasan mengaku,  sampah kulit kelapa muda ini sudah lama dan bukan cuman di depan Pasar Sabi-Sabi, tapi di samping Pelabuhan Semut Kelurahan Mangga Dua juga masih ada.

“Hari ini kita masih fokus angkat sampah kulit kelapa di Pasar Sabi-Sabi, itupun belum semua jadi rencana besok pagi baru petugas angkat lagi.”Ungkap Harun.

Ia mengaku, Rabu (23/8/2023)  petugas sudah membersihkan sampah kulit kelapa di lokasi samping Pelabuhan Semut Mangga Dua.

“Sisa kulit kelapa muda besok baru kita angkat.”Ujar Harun.

Jubaidah, pedagang kelapa muda di Pasar Sabi-Sabi mengatakan, persoalan sampah kulit kelapa muda ini sudah menjadi kesepakatan antara pedagang dan petugas Dinas Lingkungan Hidup dimana sampah harus segera diangkut.

“Kami kecewa dengan petugas Dinas Lingkungan Hidup karena mereka ingkar kesepakan.”Ucap Jubaidah.

Ia menyebutkan, setiap hari dirinya bersama rekan-rekan pedagang lainnya telah membayar retribusi sampah perhari Rp10 ribu.

“Jika petugas lalai seperti ini maka kami yang mendapat resiko, karena tumpukan sampah sangat menganggu lingkungan, jangan sampai kami diusir di lokasi jualan disini.”Kesal Jubaidah.

Ia menuturkan, petugas Dinas Lingkungan Hidup sering beralasan bahwa mereka lalai angkat sampah karena bahan bakar truk sampah habis, sehingga ini menjadi kendalah buat mereka di lapangan.

” Kita minta petugas Dinas Lingkungan Hidup berkerja lebih maksimal lagi karena kami sudah bayar retribusi sampah.”Pungkasnya. (tr-02)

Reporter:Dedi Sero-Sero
Redaktur: Wawan Kurniawan