Membaca Realitas

Walikota Ternate Serahkan Bantuan Korban Kebakaran di Bastiong Karance

TERNATE (kalesang) – Ratusan warga terdampak kebakaran di Kelurahan Bastiong Karance, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Maluku Utara, mendapatkan bantuan.

Bantuan yang diserahkan langsung Walikota Ternate, M. Tauhid Soleman itu berupa uang lauk pauk, peralatan rumah tangga, penyerahan dokumen kependudukan, dan bantuan stimulan perumahan.

Berita Terkait:Kebakaran 12 Rumah di Ternate, BPBD: Saat Ini Sudah Buka Posko

Sebagaimana diketahui, kebakaran terjadi di RT 08/RW 03 Kelurahan Bastiong Karance pada Senin (2/10/2023) sekira pukul 01.00 WIT. Kebakaran itu menghanguskan 12 rumah yang ditempati 115 jiwa dari 25 kepala keluarga.

Warga yang terdampak kebakaran saat menerima bantuan

“Alhamdulillah saya berkesempatan bertemu kembali dengan bapak ibu semua walaupun dalam kondisi yang berbeda.” Ucap Tauhid di lokasi pengungsian, Minggu (8/10/2023).

Musibah yang didapatkan, lanjutnya, diluar dugaan dan pemerintah menaruh perhatian penuh terhadap seluruh warga yang mendapatkan musibah.

Tauhid menyampaikan dirinya telah meminta kepada Dinas Sosial (Dinsos) dan BPBD Kota Ternate untuk mendata warga terutama siswa-siswi yang kehilangan dokumen pendidikan.

“Hal-hal yang terkait dengan ijazah kemudian kartu kependudukan dan hal-hal yang terkait dengan kebutuhan pendidikan saya minta itu menjadi segala perhatian prioritas oleh pemerintah.” Ungkapnya.

Terkait dengan bantuan perumahan, Tauhid menambahkan, pengalokasian bantuan rumah itu adalah model stimulan seperti yang dilakukan seperti di Kelurahan Makassar Timur.

“Kalau masuk di penanganan darurat kita masukkan di perencanaan nanti, sudah disampaikan ke dinas teknis dan badan pertanahan.” Tukasnya.

Di tempat yang sama, Kepala BPBD Kota Ternate M. Ihsan Hamzah mengatakan, pasca berakhirnya tanggap darurat, warga akan membuka Posko secara mandiri, meski demikian pemerintah tidak melepaskan begitu saja.

“Jadi mereka akan membuka posko secara mandiri, dan ada dapur umum. Pemerintah lewat balai sosial juga memberikan fasilitas berupa tenda. Artinya tanggung jawab tetap menjadi perhatian pemerintah tapi pola penanganan mungkin berbeda.” Ujar Ihsan.

Reporter: Rahmat Akrim

Redaktur: Junaidi Drakel