Membaca Realitas

Pemkot Akui Air Bersih di Kota Ternate Masih Jadi Masalah

TERNATE (kalesang) – Plt Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Ake Gaale Ternate Muhammad Syafei mengakui bahwa air bersih di Kota Ternate, Maluku Utara, masih jadi masalah terutama di daerah ketinggian.

Dikatakan, penyediaan sarana prasarana air bersih merupakan tanggung jawab PUPR. Menurutnya, Perumda Ake Gaale Ternate hanya sebagai operator semata. Artinya, menggunakan sarana yang ada untuk melayani masyarakat.

“Harus diakui bahwa memang air bersih ini masih (menjadi-red) permasalahan, terutama di daerah ketinggian.” Aku Syafei saat hearing terbuka bersama cipayung plus di depan Kantor Walikota Ternate, Kamis (26/10/2023) kemarin.

Hal ini dikarenakan, lanjut Syafei, secara jumlah produksi air di Kota Ternate masih defisit. Ia mengibaratkan, jika kebutuhan air 100 liter per detik, di Kota Ternate masih jauh berada di bawahnya.

“Teman-teman konsultan menyampaikan produksi air bersih kita ini sekitar 93 liter per detik. 1 liter per detik dia bisa menghidupi kurang lebih 500 jiwa. Tinggal dikalikan, 93 liter per detik kali 500. Itu masih defisit dan cukup besar.” Ungkapnya.

Dengan defisit dan memenuhi kebutuhan tersebut, Syafei menyebutkan, maka pihaknya harus membagun sumur-sumur baru yang membutuhkan investasi cukup besar.

“Jadi tidak semudah itu. Hari ini yang kita bisa lakukan hanya memanfaatkan sumur, pompa, dan melakukan pembagian di daerah-daerah ketinggian.” Ujarnya.

“Namun ada juga titik-titik di Kota Ternate yang sudah (terlayani air bersih-red) 24 jam. Tapi kita harus aku bahwa masih ada juga titik yang berteriak membutuhkan peningkatan pelayanan.” Sambung Syafei.

Kendati demikian, ia menambahkan, Perumda Ake Gaale Ternate tetap menjawab kebutuhan masyarakat tentang air bersih, dengan melakukan penambahan jaringan distribusi di Kelurahan Tabona lingkungan Jan dan sudah berjalan dengan baik.

“Kemudian di Kelurahan Gambesi juga demikian. Insya Allah dalam waktu dekat kita dapat tambahan daya listrik dari PLN, kita masih menunggu itu. Sehingga, dengan produksi air bersih dapat dirasakan masyarakat.” Pungkasnya.

Reporter: Rahmat Akrim

Redaktur: Junaidi Drakel