Kalesang – Perairan Pulau Morotai menyimpan potensi besar dalam pengembangan budidaya anggur laut (Caulerpa lentillifera). Dengan luas lahan budidaya yang mencapai sekitar 7.134,30 hektare, wilayah ini mulai dilirik sebagai lokasi strategis pengembangan komoditas laut bernilai ekonomi tinggi.
Melihat peluang tersebut, Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pulau Morotai, Fihir Ali, mendorong Pemerintah Daerah untuk mengoptimalkan potensi tersebut melalui kerja sama dengan Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon.
“Kami berharap Pemda Morotai menyadari potensi besar ini dan menggandeng BPBL Ambon yang merupakan Unit Pelaksana Teknis di bawah Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. Mereka bertanggung jawab atas pembinaan budidaya laut di wilayah Indonesia timur, termasuk Maluku Utara, dan sangat tepat untuk memperkuat ekonomi masyarakat lokal,” ujar Fihir, Senin (9/6/2025).
Fihir juga menekankan bahwa pengalaman masyarakat lokal dalam membudidayakan rumput laut, seperti di desa Kolorai dan Galo-Galo, dapat menjadi modal kuat dalam mengembangkan anggur laut di perairan Morotai.
“Budidaya anggur laut juga punya potensi besar sebagai objek wisata kuliner. Jika dikelola dengan baik, lokasi budidaya ini bisa menjadi daya tarik wisatawan yang ingin menikmati anggur laut langsung dari sumbernya sambil menikmati keindahan alam Morotai,” tambahnya.
DPD KNPI Morotai berharap konsep ekonomi biru benar-benar dapat diwujudkan melalui program-program inovatif dari pemerintah daerah. Budidaya rumput laut dan anggur laut dinilai menjadi langkah strategis yang bersentuhan langsung dengan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
