TERNATE, Kalesang – Bulog Cabang Ternate memastikan ketersediaan stok beras di wilayah Maluku Utara dalam kondisi aman dan mencukupi untuk menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), bahkan dipastikan cukup hingga Ramadan dan Lebaran 2026.
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Pimpinan Bulog Cabang Ternate, Jefry Tanasy, saat ditemui di kantornya di Ternate, Kamis (4/12/2025). Ia menyebutkan, total stok beras yang tersimpan di dua kompleks pergudangan, yakni Ternate dan Tobelo, saat ini mencapai sekitar 2.500 ton.
“Posisi dalam perjalanan itu kita ada 1.500 ton. Jadi total sampai nanti Desember ini kita ada sekitar 4.000 ton,” ujar Jefry.
Menurutnya, jumlah tersebut jauh melampaui kebutuhan masyarakat hingga awal tahun depan. Bahkan, khusus untuk komoditas beras, persediaan dipastikan aman hingga memasuki bulan Ramadan dan Lebaran 2026.
“Untuk beras sendiri, kita masih sangat cukup. Bahkan bisa memenuhi kebutuhan sampai Ramadan dan Lebaran 2026. Jadi ketersediaannya benar-benar aman,” tambahnya.
Selain beras, Bulog Ternate juga memastikan ketersediaan sejumlah komoditas strategis lainnya. Untuk gula, stok yang tersedia saat ini sekitar 40 ton, sementara minyak goreng mencapai kurang lebih 35.000 liter. Permintaan tertinggi masih terfokus di wilayah yang dekat dengan sentra gudang, yakni Ternate dan Tobelo.
Guna memperluas jangkauan distribusi dan mendekatkan layanan kepada masyarakat, Bulog Ternate merencanakan penambahan 6 hingga 7 kompleks pergudangan baru pada tahun 2026. Lokasi yang direncanakan antara lain Pulau Taliabu, Kepulauan Sula, Pulau Morotai, Halmahera Barat, Halmahera Timur, dan Halmahera Selatan.
Terkait temuan beras yang berusia simpan cukup lama, Jefry membenarkan adanya penarikan sekitar 700 hingga 800 ton beras yang terindikasi mengalami penurunan mutu. Beras tersebut telah dikembalikan ke Sulawesi Selatan untuk dilakukan proses reprocessing atau pengolahan ulang.
Meski demikian, Jefry menegaskan bahwa penyaluran Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Maluku Utara tetap berjalan normal dan permintaan masyarakat masih cukup tinggi.
“Untuk menghadapi Hari Besar Keagamaan, khususnya Natal dan Tahun Baru, masyarakat Maluku Utara tidak perlu was-was. Ketersediaan bahan pokok, khususnya beras, sangat cukup bahkan sampai awal 2026,” pungkasnya.
Reporter : Niar Naraya
Redaktur : Caca
