Membaca Realitas

Ekonomi Maluku Utara Tumbuh 29,81 Persen, OJK Pastikan Sektor Keuangan Tetap Stabil

TERNATE, Kalesang – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku Utara menyebut stabilitas sektor jasa keuangan di daerah tersebut tetap terjaga pada awal tahun 2026. Kondisi ini didukung likuiditas yang memadai serta risiko yang terkendali, seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah yang menunjukkan peningkatan signifikan.

Berdasarkan data OJK, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Maluku Utara pada tahun 2025 mencatat pertumbuhan sebesar 29,81 persen secara tahunan (year on year). Peningkatan ini turut mendorong kenaikan PDRB per kapita masyarakat menjadi Rp97,26 juta, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat Rp71,52 juta.

Kepala OJK Provinsi Maluku Utara, Adi Surahmat, mengatakan performa ekonomi yang kuat tersebut didorong oleh dua sektor utama, yakni Industri Pengolahan serta Pertambangan dan Penggalian.

“Kondisi sektor jasa keuangan kita dalam keadaan stabil dan tumbuh positif. Hal ini sejalan dengan perekonomian Maluku Utara yang menunjukkan pertumbuhan luar biasa, didukung inflasi yang terjaga rendah di angka 1,63 persen,” ujar Adi, Rabu (11/3/2026).

Di sektor perbankan, total penyaluran kredit di Maluku Utara tercatat mencapai Rp16,45 triliun atau tumbuh 2,53 persen (yoy). Adi menjelaskan bahwa kualitas kredit masih berada dalam batas aman.

“Rasio Non-Performing Loan (NPL) gross berada di angka 3,81 persen. Angka ini masih di bawah ambang batas 5,00 persen dan menunjukkan perbaikan dibandingkan posisi November 2025,” jelasnya.

Adapun komposisi penyaluran kredit masih didominasi kredit konsumsi sebesar 62,76 persen, diikuti kredit modal kerja 19,72 persen, dan kredit investasi 17,52 persen.

Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) atau tabungan masyarakat di perbankan mengalami pertumbuhan signifikan hingga 48,95 persen (yoy) dengan total nilai mencapai Rp18,82 triliun. Sebagian besar dana tersebut ditempatkan pada bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Di sektor pembiayaan syariah, kinerja juga menunjukkan tren positif dengan nilai pembiayaan mencapai Rp1,51 triliun atau tumbuh 18,57 persen. Namun demikian, pertumbuhan kredit bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih cenderung stagnan di angka Rp3,47 triliun.

Untuk mendorong pertumbuhan pembiayaan bagi pelaku UMKM, OJK kini tengah memperkuat implementasi regulasi terbaru.

“OJK telah menerbitkan dan terus mendorong implementasi POJK Nomor 19 Tahun 2025 untuk memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM di Maluku Utara agar dapat berkembang lebih optimal,” pungkas Adi.

Data juga mencatat, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Maluku Utara saat ini mencapai Rp598,58 miliar, dengan dominasi pembiayaan pada sektor perdagangan besar dan eceran.

Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar