Membaca Realitas

MHP Produksi Weda Mulai Diekspor ke Tiongkok, Devisa Negara Capai Rp200 Miliar

Ternate, Kalesang – Aktivitas hilirisasi mineral di Maluku Utara kembali mencatat capaian baru. Komoditas Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) yang diproduksi di kawasan industri Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, resmi menembus pasar internasional melalui ekspor perdana ke Tiongkok pada akhir April 2026.

Pengiriman ini mendapat pendampingan dan pengawasan langsung dari Bea Cukai Ternate sebagai bagian dari upaya memastikan kelancaran proses ekspor. Produk yang dikirim dalam tahap awal tersebut mencapai volume 3.921,95 ton metrik.

Dari ekspor perdana ini, negara berhasil mengantongi Devisa Hasil Ekspor (DHE) senilai USD 12.353.996,99 atau setara lebih dari Rp200 miliar. Nilai tersebut memperlihatkan besarnya potensi sektor pengolahan mineral dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Ternate, Ary Patria Sanjaya, menyampaikan bahwa pihaknya terus berperan aktif dalam mendukung pelaku industri melalui fungsi industrial assistance.

Menurut Ary, ekspor ini tidak hanya menjadi langkah awal bagi PT Blue Sparkling Energi dalam memperluas pasar, tetapi juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan global terhadap produk hilirisasi dari Halmahera.

“Keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sektor pertambangan yang telah melalui proses pengolahan mampu memberikan nilai tambah signifikan dibandingkan ekspor bahan mentah,”ungkapnya.

Lebih jauh, kegiatan ekspor ini diharapkan mampu memberikan efek berganda bagi daerah, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, hingga memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang.