Membaca Realitas

Demplot TEKAD Berhasil, Petani Wairoro Indah Raup Rp84 Juta dari Panen Semangka

Halsel, Kalesang – Kelompok Penerima Manfaat (KPM) Desa Wairoro Indah, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah kembali mencatatkan keberhasilan melalui panen semangka pada hamparan ke-3 dalam kegiatan Demonstrasi Plot (demplot) Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD). Jumat, (1/5/2026).

Pada panen kali ini, produksi semangka mencapai 7 ton, meningkat dibandingkan panen sebelumnya.

Ketua Kelompok Demplot, Muhammad Kholil, menyampaikan bahwa seluruh hasil panen langsung terserap pasar tanpa hambatan. Dari total produksi tersebut, sebanyak 4 ton merupakan pesanan dari MBG Kabupaten Halmahera Selatan, sementara 3 ton lainnya dibeli pedagang dari perusahaan Harita Group yang beroperasi di Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Halmahera Selatan.

“Alhamdulillah, seluruh hasil panen langsung terjual. Bahkan pembeli datang langsung ke lokasi untuk pembayaran dan pengangkutan,” ujar Kholil.

Semangka dijual dengan harga Rp12.000 per kilogram. Dengan total produksi mencapai 7.000 kilogram, kelompok petani berhasil meraih pendapatan sebesar Rp84 juta. Capaian ini dinilai menjadi bukti nyata bahwa Program TEKAD mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat desa.

Distribusi hasil panen juga berjalan lancar karena pembeli langsung mengangkut produk dari lahan ke lokasi pemasaran. Selain mengurangi biaya distribusi, metode ini turut menjaga kualitas dan kesegaran buah hingga ke tangan konsumen.

Fasilitator Kecamatan Weda Selatan, Rukmana, mengingatkan pentingnya pengelolaan pendapatan secara bijak agar dapat menunjang keberlanjutan usaha tani.

“Sebagian hasil panen perlu disisihkan untuk modal produksi berikutnya, sehingga petani tidak bergantung pada bantuan luar,” jelasnya.

Sementara, pendamping kelompok, Harmiyati, juga menegaskan bahwa tujuan utama Program TEKAD adalah mendorong kemandirian petani dan keberlanjutan usaha di tingkat desa.

“Jika dikelola dengan serius, hasil bertani bisa bersaing dengan profesi lain. Kunci utamanya ada pada konsistensi dan manajemen yang baik,” ujarnya.

Keberhasilan panen ini menunjukkan efektivitas metode demplot dalam meningkatkan kapasitas petani, baik dari sisi teknik budidaya maupun pengelolaan usaha. Dukungan fasilitator dan kemitraan pasar turut memperkuat ekosistem pertanian yang produktif.

Dengan capaian tersebut, Desa Wairoro Indah semakin mempertegas potensinya sebagai salah satu sentra produksi semangka di Kabupaten Halmahera Tengah. Ke depan, keberhasilan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi desa lain dalam mengembangkan pertanian berbasis pemberdayaan masyarakat.