DLH Ternate Benahi TPA Buku Deru-Deru, Targetkan Sistem Sanitary Landfill Sebelum Agustus 2026
Ternate, Kalesang – Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus melakukan pembenahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru di Kelurahan Takome, Ternate Pulau, Kota Ternate, Maluku Utara. Kamis (7/66/2026).
Upaya ini dilakukan menyusul adanya peringatan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) agar seluruh daerah segera menata sistem pengelolaan TPA paling lambat Agustus 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Ternate, Musli Muhamad, mengatakan pembenahan dilakukan secara bertahap di atas lahan TPA seluas 32 hektare tersebut. Penataan TPA juga menjadi salah satu agenda pembahasan dalam rapat bersama kepala DLH se-Maluku Utara.
Menurut Musli, pemerintah daerah saat ini mulai mengubah pola pengelolaan sampah yang sebelumnya masih menggunakan metode konvensional menuju sistem sanitary landfill.
“Sudah ada langkah-langkah perbaikan yang dilakukan, termasuk kegiatan penimbunan. Pengelolaan yang masih konvensional akan diarahkan secara bertahap ke sistem sanitary landfill,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kementerian Lingkungan Hidup masih memberikan kesempatan kepada daerah untuk melakukan pembenahan, namun dengan sejumlah catatan penting terkait pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.
Baca Juga : Disnakertrans Malut: Halteng–Halsel Serap TKA Capai 99 Persen
DLH, kata dia, diminta untuk mengurangi jumlah sampah yang langsung dibuang ke TPA melalui proses pemilahan dan pengolahan sampah agar memiliki nilai ekonomi.
“Tidak semua sampah harus dibuang ke TPA. Harus ada pemilahan dan pengolahan sehingga sampah bisa bernilai ekonomi serta mendukung lingkungan yang berkelanjutan,” katanya.
Selain itu, Pemkot Ternate juga telah membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) khusus untuk menangani operasional TPA, mulai dari pengaturan zona aktif dan nonaktif, penutupan lahan, hingga pengawasan aktivitas pembuangan sampah.
Musli menyebutkan, fokus penanganan saat ini diarahkan pada zona nonaktif karena zona aktif terus menerima kiriman sampah setiap hari dengan volume mencapai sekitar 105 ton.
“Zona aktif tetap menerima sampah setiap hari, sehingga perhatian kami saat ini juga tertuju pada penataan zona nonaktif,” ucapnya.
DLH Kota Ternate berharap masyarakat dapat ikut berperan dalam pengelolaan sampah dengan memilah dan mengolah sampah dari rumah tangga. Dengan begitu, sampah yang masuk ke TPA hanya berupa residu yang sulit didaur ulang dan tidak memiliki nilai guna.
