Program Relima Didorong Jadi Penguat Indeks Literasi Masyarakat di Maluku Utara
Ternate, Kalesang – Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Aminudin Aziz, mendorong Bunda Literasi kabupaten dan kota di Maluku Utara untuk memperkuat kolaborasi dalam menjalankan program peningkatan literasi masyarakat, khususnya melalui program Relawan Literasi Masyarakat (Relima). Selasa (12/4/2026).
Menurut Aminudin, keberadaan Bunda Literasi memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan budaya baca dan peningkatan kualitas literasi di daerah. Ia menyebut program Relima yang diinisiasi Perpustakaan Nasional RI dapat berjalan maksimal apabila dilaksanakan secara bersama dan terintegrasi dengan data dari Dinas Perpustakaan di masing-masing daerah.
“Ketika program ini dikerjakan bersama-sama dan datanya tercatat melalui Dinas Perpustakaan, maka secara otomatis dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat,” ujar Aminudin.
Ia menjelaskan, penguatan literasi tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan dukungan lintas sektor, terutama kerja sama antara Dinas Perpustakaan dan Dinas Pendidikan.
Menurutnya, perpustakaan sekolah menjadi salah satu indikator penting dalam mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM). Karena itu, pengelolaan perpustakaan sekolah perlu terus diperkuat agar mampu mendorong minat baca pelajar.
Selain sektor pendidikan, Aminudin juga mendorong sinergi dengan organisasi perangkat daerah lainnya seperti dinas yang membidangi UMKM, perindustrian, dan perdagangan melalui Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).
Ia menilai program tersebut tidak hanya berfokus pada penguatan literasi, tetapi juga dapat menjadi sarana pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan dan pengembangan ekonomi berbasis komunitas.
“Program ini bisa dikerjakan bersama untuk memperkuat literasi sekaligus mendukung pemberdayaan masyarakat,” tandasnya.
