Hal tersebut disampaikan Khofifah saat menerima para pimpinan media anggota AMSI dalam acara AMSI Awards 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian IDMC 2026 yang berlangsung di Hotel Shangri-La Surabaya pada 28–29 Oktober 2026.
Dalam kesempatan itu, Khofifah mengajak para pimpinan media untuk kembali mengangkat peran tokoh-tokoh muda Jawa Timur dalam sejarah pergerakan nasional, terlebih momentum kegiatan tersebut berdekatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Sejumlah tokoh yang disoroti di antaranya Mohammad Tabrani, pemuda asal Pamekasan, Madura, yang berperan dalam perdebatan mengenai bahasa persatuan pada Kongres Pemuda.
Selain itu, ada Soegondo Djojopoespito, Ketua Kongres Pemuda II asal Tuban, serta Sukarni, tokoh pergerakan asal Blitar yang terlibat dalam peristiwa Rengasdengklok menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Menurut Khofifah, rekam jejak para tokoh tersebut membuktikan besarnya kontribusi pemuda Jawa Timur dalam membangun nasionalisme dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
“Kepada para pemimpin media, saya ingin mengatakan kalau nasionalisme, peran pemuda Jawa Timur luar biasa,” tegasnya.
Alumni Universitas Airlangga itu juga menyebut Jawa Timur memiliki sejarah panjang pergolakan dan pergerakan yang turut membentuk perjalanan bangsa.
Karena itu, ia berharap momentum Sumpah Pemuda yang beriringan dengan penyelenggaraan IDMC 2026 dapat menjadi ruang untuk kembali mengangkat kontribusi generasi muda dari berbagai daerah.
Selain membahas sejarah nasionalisme, Khofifah turut menyoroti potensi ekonomi Jawa Timur yang ditopang aktivitas perdagangan antarpulau dan antarprovinsi.
Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mengembangkan program misi dagang dan investasi untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra bisnis, baik di berbagai daerah maupun pasar internasional.
Program tersebut tidak sekadar mempertemukan penjual dan pembeli, tetapi juga memfasilitasi business matching untuk mendorong transaksi secara langsung.
Menurut Khofifah, proses penjajakan bisnis bahkan dilakukan sebelum delegasi berangkat hingga pertemuan berlangsung di daerah tujuan. Skema tersebut dinilai mampu menghasilkan transaksi hingga triliunan rupiah dalam satu kali kegiatan.
Sementara itu, Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan IDMC dan AMSI Awards 2026, termasuk Gubernur Jawa Timur yang telah menerima para anggota AMSI di Gedung Negara Grahadi.
Wahyu mengatakan, setelah dua hari berdiskusi mengenai masa depan industri media digital, AMSI ingin menutup rangkaian kegiatan dengan optimisme terhadap keberlanjutan jurnalisme di tengah perubahan teknologi.
“Setelah dua hari berdiskusi, AMSI ingin menutup puncak acara dengan optimisme. Esensi jurnalistik akan terus dijaga meskipun formatnya nanti bisa jadi berubah,” kata Wahyu.
Ketua Panitia AMSI Awards 2026, Umi Kalsum, menjelaskan proses penjurian berlangsung selama tiga bulan sejak Agustus 2026.
Penilaian dilakukan secara independen melalui dua tahapan, yakni penjurian awal oleh juri internal dan penjurian akhir oleh juri eksternal.
Dalam ajang tersebut, peserta dibagi menjadi dua kategori berdasarkan skala perusahaan media, yakni media skala kecil dengan jumlah karyawan kurang dari 50 orang dan media skala besar dengan jumlah karyawan lebih dari 50 orang.
IDMC 2026 sendiri mengusung tema “Media Reborn: Reinventing News Media in the Era of AI & Content Creator”. Konferensi ini menjadi ruang diskusi bagi pelaku industri media untuk membahas transformasi jurnalisme, perkembangan kecerdasan buatan (AI), serta tantangan media dalam menghadapi perubahan ekosistem digital.
Penyelenggaraan IDMC dan AMSI Awards 2026 mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta sejumlah mitra, di antaranya Pertamina, Astra, BNI, Djarum, Alamtri, PLN, Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), Freeport, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Bank Jago, Bank Mandiri, GoTo, Bank Syariah Indonesia (BSI), Astra Honda Motor, dan INALUM.
