Membaca Realitas

Desak Pemerintah Turunkan Harga BBM, Ratusan Mahasiswa di Ternate Kepung Pertamina

TERNATE (kalesang) – Ratusan mahasiswa di Ternate, Maluku Utara kembali menggelar aksi unjuk rasa mendesak pemerintah turunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Kamis (21/4/2022). Ini yang ketiga kalinya mahasiswa menggelar aksi tersebut.

Aksi kali ini massa memilih meduduki Pertamina yang bertampat di Kelurahan Jambula, Kecamatan Pulau Ternate. Berbeda dengan aksi-aksi sebelumnya massa menduduki Kantor Walikota Ternate dan Bandar Udara Sultan Babullah. 

Pantauan kalesang.id, massa aksi yang tergabung dalam Komite BBM (Berjuang Bersama Masyarakat) Provinsi Maluku Utara (Malut) mulai memadati tempat aksi pukul 13:00 WIT. Massa memblokade jalur keluar-masuk mobil tanki penyuplai BBM.

Akibatnya, hingga pukul 18:16 WIT tak ada aktivitas suplayer BBM akibat diboikot ratusan massa aksi bersama masyarakat di kelurahan tersebut.

BACA JUGA: Polisi Bubarkan Paksa Pendemo di Pertamina Jambula Ternate

Ketua Umum HMI Cabang Ternate, Gufran Ayub, mengatakan aksi yang ketiga kali Ini ialah menindaklanjuti aksi sebelumnya yang sama sekali belum ada respon baik oleh pemerintah.

“Tuntutan kami hari ini adalah mendesak pemerintah Kota Ternate maupun Provinsi Maluku Utara, untuk secepatnya mengambil langkah solutif dalam menurunkan harga BBM dan menetralisir harga bahan pokok, serta tertibkan distributor pertalite yang masih memainkan harga.” Ungkap Gufran ketika disambangi disela-sela aksi.

Menurutnya, pemboikotan terhadap pertamina dengan tujuan menghadirkan pihak-pihak terkait untuk bertemu massa aksi. Dikarenakan tuntutan yang selama ini disampaikan oleh masyarakat melalui Komite BBM Malut belum pernah pihak yang dimaksud datang untuk menjelaskan secara langsung.

“Tujuan kami melaksanakan aksi dan memblokade Pertamina Jambula adalah ingin meminta Gubernur, Walikota, DPRD Provinsi dan DPRD Kota Ternate agar bisa hadir menjelaskan secara langsung, karena hari ini tuntutan kami bukan hanya sekedar problem berskala nasional  tetapi terdapat pula problem yang ada di Kota Ternate dan Maluku Utara.” Tegas Gufran.

Ada 21 tuntutan yang dikemukakan diantaranya, tolak kenaikan tarif listik, Pemkot Ternate harus memberikan subsidi BBM terhadap rakyat, memperbanyak subsidi pertalite, tangkap dan adili mafia BBM, turunkan pajak PPN, turunkan harga bahan pokok dan minyak goreng.

Selain itu, Komite BBM Malut juga turut menyoal penimbunan lahan di Kelurahan Fitu dan terjadinya tumpahan minyak akibat kebocoran pipa Pertamina di Kelurahan Jambula yang hingga kini tak kunjung dijawab Pemkot Ternate. 

“Jika semua tuntutan kami tak direspon maka kami akan lakukan konsolidasi secara besar-besaran ditingkat masyarakat untuk terus melakukan gerakan, dan hari ini kami telah buktikan bahwa telah ada keterlibatan unsur, pemuda dan masyarakat.” Tandasnya.(tr-08)

 

 

Reporter: M. Rifdi Umasangadji l Editor: Zulfikar