Membaca Realitas

Walikota dan Wakil Walikota Tikep Didemo, Terkait Lambatnya Penanganan Korban Banjir di Desa Maidi

TIDORE (Kalesang) – Lambatnya penanganan bencana banjir di Dusun Trans Maidi, Desa Maidi, Kecamatan Oba Selatan oleh Pemerintah Kota Tidore Kepulauan membuat mahasiswa dan warga Desa Maidi menggelar aksi demo didepan kantor Walikota Tidore.

Ratusan mahasiswa itu menduduki kantor Walikota Tidore Kepulauan sejak pagi hingga siang, dalam aksi tersebut mahasiswa dan warga menuntut Pemerintah Kota (Pemkot) segera menyelesaikan permasalahan di Maidi secepatnya.

Ansar salah satu masa aksi saat ditemui Kalesang.id ditengah-tengah massa aksi mengatakan dihari yang sama, aksi demonstrasi juga dilakukan di kantor kecamatan Oba Selatan.

Dalam aksi tersebut Massa aksi menuntut Pemerintah kota Tidore Kepulauan harus segera melakukan normalisasi kali paling cepat 3 hari dan paling lambat 1 Minggu. Mendesak Pemerintah Kota Tidore Kepulauan segera perbaiki jalan lingkar Trans Maidi. Pemerintah Kota Tidore kepulauan harus menjamin kesejahteraan guru di Oba Selatan pada umumnya dan khususnya Trans Maidi, Pemerintah kota Tidore Kepulauan harus secepatnya menempatkan tenaga medis di dusun Trans Maidi.

Sementara itu, Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo didampingi, Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala BPBD Kota Tidore Kepulauan berjanji akan segera menindaklanjuti aspirasi mahasiswa dan masyarakat.

“Terkait poin pertama, dihari ini juga saya perintahkan Kalak agar segera melakukan normalisasi kali”, Ujar Ismail dihadapan mahasiswa dan warga

Namun terkait dengan perbaikan jalan lingkar Trans Maidi, Sekda meyampaikan akan berkoodinasi terlebih dahulu kepada walikota dan wakil walikota untuk tindak lanjutnya seperti apa.

Sementara kepala BPBD Kota Tidore Kepulauan Muhammad Abubakar menyampaikan bahwa besok, dirinya bersama petugas terkait akan meninjau langsung lokasi bencana di desa Trans Maidi.

Sain itu, Kepala Dinas (Kadinkes) Kota Tidore Kepulauan Abdul Majid juga langsung merespon cepat tuntutan massa aksi yakni menempatkan tenaga medis di Desa Maidi.

“Hari ini saya langsung menghubungi kepala Puskesmas Lifofa untuk segera ditindaklanjuti.” Ujar Kadis Kesehatan

Namun perlu disampaikan, kata Abdul melanjutkan, Oba Selatan akan mendapatkan penambahan tenaga Medis (Nakes) yang dikontrak Dinkes Kota Tikep untuk ditempatkan di Puskesmas Lifofa.

“Kami berharap dengan adanya 5 orang Nakes yang baru dikontrak dapat membantu pelaksanaan pelayanan kesehatan di Oba Selatan”. Ucap Abdul

Pada kesempatan itu juga, massa aksi menyodorkan petisi berstempel materai 10000 untuk ditandatangani Sekda sebagai bentuk komitmen dan konsistensi Pemkot dalam mengakomodir tuntutan tersebut, namun ditolak oleh Sekda.(tr-04)

Reporter : M Rahmat Syafruddin | Editor: Ibrahim