Membaca Realitas

Lagi, Orang Tua Murid Desak Mutasi Kepsek Junianti, Kadisdik: Mutasi Harus Sesuai Prosedur

TERNATE (kalesang) – Sejumlah orang tua Walid murid Sekolah Dasar (SD) Negeri 56 Kota Ternate, di Kelurahan Tubo, Kecamatan Ternate Utara, Maluku Utara (Malut) kembali menggelar aksi protes.

Aksi protes dilakukan lantaran orang tua wali murid tidak lagi menerima Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 56 Kota Ternate, Junianti Hasan kembali menjabat sebagai Kepsek di sekolah itu.

“Jadi orang tua siswa larang Kepsek itu, karena dia sudah langgar aturan. Tadi mereka (orang tua wali murid) protes lagi, sekitar jam 7 pagi.” Ucap salah seorang warga kepada kalesang.id, Senin (13/6/2022).

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ternate, Muslim Gani mengatakan bahwa dirinya melakukan pertemuan dengan orang tua wali murid dan guru-guru guna memastikan keinginan mereka seperti apa.

“Hasil dari pertemuan tadi yang pertama mereka menginginkan agar ada sanksi tegas dari pihak dinas ke Kepsek.” Ujar Muslim.

Kemudian, lanjut Muslim orang tua wali murid dan juga guru-guru menginginkan agar Kepsek SD Negeri 56 Kota Ternate dimutasikan atau dipindahkan ke tempat lain ataupun ditarik ke dinas.

“Namun saya sampaikan kepada orang tua dan guru-guru bahwa ijazah dan SKHUN dari siswa kelas 6 nanti yang ditandatangani adalah kepala sekolah.” Ungkap Muslim.

“Oleh karena itu sebagai kepala dinas tidak bisa gegabah dalam mengambil keputusan seperti yang disarankan oleh guru-guru dan orang tua wali murid.” Katanya.

Ia berharap bahwa guru-guru dan orang tua wali murid demi tidak mengorbankan anak-anak siswa maka harus bersabar karena ke depan baik raport, ijazah dan SKHUN masih ditandatangani kepala sekolah.

Tambahnya juga, bahwa pergantian atau rotasi pergantian kepala sekolah harus melalui prosedur, maka ada tahapan-tahapan yang dilewati, dimana tidak serta-merta dilangsungkan pergantian.

“Tidak serta-merta minta pergantian hari ini dan besok dilakukan, tidak seperti itu, karena harus melalui prosedur-prosedur.” Terang Muslim.

Kendati begitu, Muslim bilang karena masalah ini terkait dengan penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa) di bulan Januari dan Februari maka pihaknya akan membentuk tim investigasi.

“Itu untuk menyelidiki bahwa apa yang dilaporkan guru-guru dan orang tua memang benar seperti itu. Nanti dari hasil penyelidikan tim baru disampaikan.” Tandas Muslim sembari mengatakan respon orang tua wali murid memahami kondisi tersebut. (m-01)

 

 

Reporter: Rahmat Akrim

Redaktur: Wawan Kurniawan