Pencarian Ditutup, 1 Korban Tenggelamnya KM. Cahaya Arafah Dinyatakan Hilang
TERNATE (kalesang) – Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ternate resmi menutup operasi SAR terhadap tenggelamnya Kapal Motor (KM). Cahaya Arafah di perairan Pulau Tokaka, Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara.
Kepala Basarnas Ternate Fathur Rahman mengatakan, pencarian telah dilakukan selama 7 hari, dimana pencarian melibatkan TNI/Polri, instansi pemerintah serta potensi SAR lainnya.
Berita Terkait: Korban Hilang Tinggal 1 Orang, Pencarian Hari Ke-6 Belum Membuahkan Hasil
Fathur menyebutkan, terdapat 1 korban anak-anak berumur 4 tahun, yang belum ditemukan atas nama Mikaila Ismit asal Desa Yomen, Kecamatan Kepulauan Joranga, Halsel, dimana hingga hari ke-7 pencarian belum ditemukan dan korban dinyatakan hilang.
“Tim SAR Gabungan juga telah berkoordinasi dengan pihak keluarga dalam hal ini orang tua korban dan juga pemerintah Kabapaten Halsel dan mereka telah mengikhlaskan kepergian korban.” Ucap Fathur dalam keterangannya, Minggu (24/7/2022).
Lanjut Fathur, informasi pun telah disampaikan kepada seluruh kapal maupun nelayan yang melintas di lokasi kejadian, bahwa apabila melihat maupun menemukan korban agar segera melaporkan ke pihak Tim SAR Gabungan.
Ia juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh Tim Sar Gabungan yang terlibat dalam pelaksanaan operasi SAR terhadap KM. Cahaya Arafah.
“Semoga apa yang kita lakukan mendapatkan balasan dan ganjaran dari Allah SWT Tuhan yang maha esa.” Katanya.
Di hari ke tujuh, Fathur bilang Tim SAR Gabungan juga telah melaksanakan pencarian dengan melakukan penyisiran dan penyelaman di titik lokasi tenggelamnya kapal, namun hasil pencarian pun dengan hasil masih nihil.
Seperti diketahui, jumlah korban dalam insiden tersebut yakni sebanyak 77 orang, yang mana 66 orang dinyatakan selamat, 10 meninggal dunia dan 1 orang dinyatakan hilang. (m-01)
Reporter: Rahmat Akrim
Redaktur: Wawan Kurniawan
