Membaca Realitas

Cuaca Buruk, Warga Kepsul Kesulitan Dapatkan Tepung Terigu

SANANA (kalesang) – Akibat dari cuaca buruk, warga Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara (Malut) sangat kesulitan mendapatkan tepung terigu.

Buktinya, di beberapa distributor di Sanana telah kehabisan tepung tersebut. Hal itu karena cuaca laut yang masih buruk, sehingga kapal yang memasukkan terigu belum bisa masuk ke Sanana.

Saat ini, tepung yang biasa dijual seharga Rp10 ribu per kilogram, naik menjadi Rp12 ribu per kilogram. Rata-rata, pedagang yang masih memiliki stok terigu, tidak berani menjual tepung dengan jumlah yang banyak. Mereka hanya bisa jual per kilogram saja.

Mirna Umasugi, salah satu pedagang roti mengatakan, memang tepung terigu di Sula benar-benar kesulitan. Mirna mengaku hampir tidak bisa buat dagangannya.

“Saya biasanya membeli terigu per karung. Sedangkan saat ini mereka bisa mendapat jatah sekali beli hanya per kilogram.” Kata Mirna kepada kalesang.id, Jumat (29/7/2022).

“Saya pusing buat jualan kalau hanya beli terigu per kilogram. Karena kalau kita beli kilogram, setelah buat roti tidak ada untungnya, malah kita yang rugi.” Keluh Mirna.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Perindagkop) dan UKM Kepsul, Djena Tidore saat dikonfirmasi membenarkan bahwa saat ini stok tepung terjadi kekosongan akibat kapal-kapal dari Makassar belum diizinkan berlayar.

Saat ini, lanjutnya, masih terjadi angin kencang dan gelombang tinggi sehingga mereka belum diizinkan berlayar menuju ke Sula. Sebenarnya sudah ada beberapa kapal yang muat stok sembako, termasuk tepung terigu yang siap berlayar.

“Hari ini ada satu kapal dari pelabuhan Bone, siap bertolak menuju pelabuhan Sanana. Itupun nanti dilihat dengan kondisi cuaca. Semoga satu atau dua hari sudah tiba di Sula. Jumlahnya tepung yang biasa masuk itu yang saya ketahui sekira 600 sak atau 15 ton.” Pungkasnya.(tr-02)

 

Reporter: Karman Samuda

Redaktur: Junaidi Drakel