TERNATE (kalesang) – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate nyatanya belum mencapai hasil yang maksimal soal Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pasalnya, hingga akhir Agustus 2022 ini PAD Kota Ternate baru terealisasi Rp59 miliar atau 47,42 persen dari target selama setahun sebesar Rp126 miliar.
Pendapatan yang belum memenuhi target ini, membuat OPD harus kerja lebih keras. Alhasil, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Jusuf Sunya secara langsung memimpin rapat evaluasi bersama pengelola OPD lainnya.
“Disperindag diminta untuk lebih mengoptimalkan beberapa pendapatan yang masih kosong, dimana nantinya akan dioptimalkan, dengan pengelolanya melalui pihak ketiga.” Ucap Kepala BP2RD Kota Ternate Jufri Ali, Sabtu (27/8/2022).
Jufri mengaku, rapat evaluasi ini juga memastikan penarikan retribusi parkir di tepi jalan umum yang selama ini kurang optimal, yang mana ke depan istem pengelolaannya akan diserahkan ke pihak ketiga.
“Pihak Dishub juga diminta untuk memaksimalkan potensi pendapatan area Terminal Gamalama.” Ungkapnya.
Ia menambahkan, kendaraan yang biasanya parkir di luar area terminal akan diarahkan parkir dalam area terminal agar menghindari kemacetan lalu lintas, sehingga pendapatan daerah pun bisa bertambah.
Kemudian, lanjut Jufri, Dishub juga disarankan agar membangun kerjasama dengan Samsat, agar kendaraan mobil lintas Kabupaten/Kota yang biasanya parkir di tepi jalan Mangga Dua bagian timur, agar dikenakan pajak parkir tahunan.
“Rapat evaluasi PAD ini guna mengetahui kendala di lapangan, agar bisa dicarikan solusi.” Tukasnya.
Seperti diketahui, sebelumnya Pemkot Ternate bersama PT. Intra Mulia Multiteknologi menggelar rapat terkait uji coba implementasi pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) berbasis digital.
Dalam rapat tersebut diketahui agar mengantisipasi kebocoran PAD, yang mana dilakukan bersamaan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Surat Perintah Kerja (SPK).
“Karena bagaimanapun juga beberapa OPD pengelola PAD harus benar-benar bekerja ekstra dan tidak boleh beberapa OPD itu berjalan sendiri-sendiri, harus di drivernya Dispenda.” Ucap Kepala Beppelitbangda Kota Ternate, Rizal Marsaoly beberapa waktu lalu.
Dikatakan juga, jika selama ini masih bekerja secara manual, maka dengan adanya sistem digital ini harus OPD merespon, yang mana harus bahwa hal ini adalah salah satu bentuk peningkatan PAD. (m-01)
Reporter: Rahmat Akrim
Redaktur: Wawan Kurniawan
