Bangun Kerja Sama, Walikota Tikep dan Pihak UI Lakukan Audiensi dengan Bakamla RI
TIDORE (kalesang) – Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan (Tikep) dan pihak Universitas Indonesia melakukan audiensi dengan Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI.
Pertemuan yang berlangsung di kantor Bakamla RI di Jakarta, Kamis (1/9/2022) itu guna membangun sinergitas dan kolaborasi antara Pemkot Tidore dan Bakamla untuk membuat sebuah sistem keamanan dan keselamatan laut yang baik di perairan Tidore.
Capt. Ali Ibrahim mengatakan, pihaknya tengah menggencarkan sosialisasi dan promosi wisata laut berkelas dunia yang menjadi destinasi unggulan Kota Tikep, yaitu situs Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) peninggalan Spanyol pada abad 16.
“Saat ini kami sedang menggagas pembangunan museum bawah laut yang nantinya akan diperlihatkan berbagai barang peninggalan sejarah.” Kata Capten.
Tentu, Capten menambahkan, di Tidore ini begitu banyak potensi wisata bahari dan wisata sejarah yang dapat dibangun di bawah laut, yaitu situs Soasio, Tongowai serta keberadaan beberapa landmark bersejarah seperti istana, masjid, makam, dermaga dan jembatan Kesultanan Tidore.
Walikota dua periode itu juga mengemukakan, potensi yang ada jika dikembangkan, akan menjadi wisata bahari internasional. Apalagi meriam dan puluhan guci peninggalan kapal Spanyol yang tenggelam pada abad ke-16 ini sudah diangkat ke daratan di tahun 1990an.
“Sayangnya guci-guci tersebut kurang mendapat atensi dari wisatawan, sehingga disimpan begitu saja di gudang milik Pemkab Halmahera Tengah.” Ujarnya.
Sementara akademisis UI, Rachma Fitriati mengatakan, bahwa andaikan guci-guci ini dikembalikan ke dasar laut di tempat temuan semula, yaitu di situs peninggalan bawah laut di Kelurahan Tongowai.
Maka, lanjutnya, guci-guci ini akan menjadi obyek wisata selam yang unik dan menarik, karena tidak ditemukan di lokasi penyelaman lainnya di Indonesia.
“Jika museum bawah laut ini terwujud, maka Kota Tidore Kepulauan akan menjadi obyek wisata mendunia karena unik dan langka.” Katanya.
Di tempat yang sama, Kepala Bakamla RI, Aan Kurnia mengaku bersedia untuk kerja sama membangun Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) di Tidore Kepulauan.
“Saya apresiasi Walikota Tikep Capten Ali telah melibatkan Bakamla dalam pengamanan dan keselamatan laut, dan itu sejalan dengan PP 13 Tahun 2022 bahwa leading sektor keamanan laut adalah Bakamla.” Katanya.(tr-04)
Reporter: M. Rahmat Syafruddin
Redaktur: Junaidi Drakel
