SOFIFI (kalesang) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Utara (Malut). Menanggapi aksi demonstrasi yang dilakoni mahasiswa Universitas Bumi Hijrah (Unibrah) dan aliansi Masyarakat Oba Bergerak Untuk Halmahera.
Tanggapan itu disiampaikan Muhammad Abusama, wakil ketua DPRD Malut ditemani 5 anggota DPRD lainnya saat hearing bersama antara massa aksi yang berlangsung di halaman kantor DPRD.
Dalam penyampaiannya, Muhammad Abusama katakana bahwa, pihak DPRD memiliki kehendak yang sama, untuk menyelesaikan permasalahan yang sekarang ini terjadi, baik permasalahan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi maupun persoalan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Sofifi.
“Kita punya keinginan yang sama, mulai dari tuntutan BBM, kami DPRD Maluku Utara bakal tindaklanjuti.” Ujar Muhammad Abusana dihadapan massa aksi. Senin (12/9/2022).
Wakil rakyat asal Dapil Halmahera Selatan itu menambahkan, pihaknya sebagai badan legislatif akan mengawal tuntutan terkait harga BBM dengan mengawasi distributor atau penyalur BBM di lapangan, terutama para penimbun BBM subsidi, melalui koordinasi dengan pihak terkait.
Ia paparkan, demikian pula dengan persoalan kekerasan seksual yang menjadi tuntutan, dimana pihaknyab akan segera koordinasi dengan instansi yang menanganinya, agar para pelaku dapat ditindak dengan tegas.
Terkait DOB dan percepatan pembangunan Kota Sofifi, pihak DPRD juga telah mendesak Pemprov Malut untuk segera dan secepatnya urusi DOB Sofifi sebagai Ibu Kota Provinsi Maluku Utara.
Tambahnya, Senin (12/9/2022) hari ini, Gubernur Abdul Gani Kasuba (AGK) diundang ke Jakarta untuk membahas terkait DOB dan pembangunan Kota Sofifi bersama pemerintah pusat.
“Dan alhamdulillah untuk DOB sudah dalam proses koordinasi dengan pemerintah pusat,”tandasnya. (tr-08)
Reporter : M. Rifdi Umasangadji
Redaktur : Wawan Kurniawan
