Membaca Realitas

Mahasiswa Aikom Ternate Berhasil Ciptakan Alat Canggih Pendeteksi Kebocoran Gas LPG

TERNATE(kalesang) – Kebocoran gas LPG (Liquified Petroleum Gas) masih menjadi hal yang menakutkan di masyarakat, khususnya ibu rumah tangga yang setiap hari memasak di dapur, karena khawatir bisa menimbulkan ledakan dan kebakaran.

Mengatasi kekhawatiran ini, Sri Devi Anwar, salah seorang mahasiswa program studi teknik komputer Akademi Ilmu Komputer (Aikom) Ternate, Maluku Utara, berhasil menciptakan karya sebuah alat untuk mendeteksi jika terjadi kebocoran gas LPG.

Sri Devi berharap alat ini bisa membuat masyarakat tak lagi takut menggunakan gas LPG untuk memasak. alat yang diciptakan gadis manis ini, mampu memberikan tanda melalui bunyi alaram jika terjadi kebocoran gas.

Pembantu Direktur III AIKOM Ternate, Ilham Djufri mengatakan alat tersebut, ditargetkan untuk diikutkan pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), selain itu alat tersebut juga akan dikomersialisasikan dan diproduksi massal jika ada masyarakat yang ingin membeli.

Setelah produk usai dirancang, sudah ada mahasiswa yang membuat penawaran pembelian di internal kampus, dan Ilham mengaku dirinya sebagai dosen, menjadi salah satu orang yang tertarik untuk membeli produk tersebut, karena bermanfaat.

“Untuk publik, baru kali pertama diperkenalkan dalam kegiatan Demo di Kedai Sabeba, kalau di kampus sempat diperkenalkan ke mahasiswa baru beberapa waktu lalu.”Ungkap Ilham, Kamis (15/9/2022.)

Ditempat terpisah, Sri Devi memaparkan jika alat pendeteksi kebocoran gas LPG itu, terdiri dari beberapa komponen yakni sensor MQ-6 untuk mendeteksi gas jenis propana dan butana yang ada pada LPG.

Selain mendeteksi gas, dalam presentasinya Devi mangaku alat tersebut juga dilengkapi dengan sensor flame untuk mendeteksi api saat terjadinya kebocoran gas LPG dan menimbulkan percikan api.

Kemudian, layar atau LCD di alat tersebut bermanfaat untuk menampilkan keterangan terkait dengan kondisi ruangan. Contohnya, jika terjadi kebocoran gas, maka di LCD akan tertulis “Gas Terdeteksi”.

Selain itu, juga terdapat komponen Buzzer alarm yang dilengkapi dengan mikrokontroler sebagai pemberi notifikasi agar pengguna LPG dapat mengetahui ketika terjadi kebocoran.

Namun, ia menjelaskan alat tersebut memiliki kelemahan sebab masih menggunakan tegangan listrik, hingga ketika terjadi kebocoran gas LPG dan saat itu listrik padam, maka alat tersebut tidak dapat mendeteksi.

“Saya berharap agar mahasiswa baru Program Studi Ilmu Komputer dapat bekerjasama untuk mengembangkan alat tersebut. Dan alat itu bisa diterima dan bermanfaat bagi masyarakat.”Pintanya. (M-02)

 

 

Reporter: Sitti Muthmainnah
Redaktur: Wawan Kurniawan