Membaca Realitas

Pemkot Rencana Bangun RSUD Ternate, Mubin: Jika Dipaksakan Pemkot Ternate akan Bangkrut

TERNATE (kalesang) – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate untuk membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ternate di kawasan reklamasi Kelurahan Kalumata, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, tampaknya tidak akan mengantongi persetujuan dari DPRD.

Ketua Komisi II DPRD Kota Ternate, Mubin A. Wahid mengatakan, usai pertemuan dengan pihak PT. WIKA, DPRD telah memberikan statement cukup keras, karena jika dilihat kemampuan keuangan daerah apabila, berdasarkan standar pengembalian dana yang disampaikan PT. WIKA maka DPRD tiak akan memberikan persetujuan.

“Tidak akan mungkin DPRD bisa wujudkan.”Tegas Mubin beberapa waktu lalu.

Katanya, ploting dana sebesar Rp1,69 triliun dalam 10 tahun, dimana PT. WIKA membangunan RSUD tersebut hingga selesai, kemudian Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate mengembalikan Rp170 miliar per tahunnya dinilai diluar kemampuan.

Politisi PPP itu mengemukakan, jika dikomparasikan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022, di mana belanja modal Rp199 miliar lebih, maka jika dikurangi Rp199 miliar dengan Rp170 miliar sisa hanya Rp29 miliar lebih.

“Rp29 miliar itu apakah visi misi walikota bisa jalan? Tidak jalan. Dan kita bangkrut, tidak akan mungkin terjadi.” Tegas Mubin.

Dengan ketidakmampuan itu, lanjut Mubin, maka DPRD memberikan dua solusi, di mana Pemkot Ternate harus menganggarkan dalam bentuk dana cadangan.

“Kan dana cadangan dalam PP 12 dan Permendagri 77 itu juga bisa, artinya apabila program kegiatan tidak bisa dianggarkan dalam satu tahun, bisa dianggarkan lebih dari satu tahun.” Jelasnya.

“Sekarang ini kan kita sudah lewat dua tahun anggaran, kemarin kita tidak sepakati dalam KUA PPS. Bisa saja multi years.” Sambung Mubin.

Menurutnya, skema pembiayaan harus dirubah, jika tidak, maka tidak akan mungkin bisa. Apalagi, pendapatan RSUD Ternate jika beroprasi belum tentu menutupi hutang.

“Tidak mungkin seluruh pasien itu dirawat di rumah sakit ternate.” Katanya.

“Daerah-daerah besar saja punya APBD Rp4 triliun tidak berani kerja sama seperti itu.”Bebernya.

Sementara, Kepala Bagian Kerjasama Sekretariat Daerah (Setda) Kota Ternate, Chaerul Saleh mengatakan, Pemkot Ternate saat ini telah menyerahkan dokumen ke gubernur untuk mempertimbangkan pembangunan RSUD Ternate tersebut.

“Jika tidak di bahas selama 14 hari setelah penyerahan maka itu dianggap disetujui.” Ujar Chaerul.(m-01)

 

 

Reporter: Rahmat Akrim

Redaktur: Wawan Kurniawan