Membaca Realitas

KEK Morotai Diprediksi Tarik Investasi Hingga Rp30,44 Triliun

SOFIFI (kalesang) – Salmin Djanidi, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Maluku Utara (Malut) membeberkan jika Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pulau Morotai diproyeksikan dapat menarik insvetasi sebesar Rp30.44 triliun.

Hal tersebut dibeberkannya, dalam rapat koordinasi (Rakor) tentang percepatan pembangunan kawasan khusus, yang digelar oleh Bappeda Provinsi Malut, di Aula Penginapan Yusmar Sofifi, Desa Balbar Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan (Tikep). Selasa (20/9/2022).

Dalam sambutannya, Salmin menuturkan, bahwa KEK Morotai telah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2014, dan sudah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo 1 April 2019 lalu. Dimana Kawasan ekonomi ini memiliki luas area 1.101,76 Hektar.

“KEK Morotai memiliki keunggulan geostrategis yaitu merupakan pulau terluar di sisi timur laut Indonesia yang dekat dengan negara-negara Asean dan Asia Timur.” Kata Salmin saat memebri sambutan.

Lanjutnya, menjadi lintasan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) III, yang juga merupakan jalur migrasi ikan tuna, menjadikan KEK Morotai akan menjadi pusat industri perikanan yang didukung oleh ogistik yang akan menjadikan Pulau Morotai sebagai hubungan internasional di kawasan timur Indonesia.

Untuk itu, Kata dia, KEK Morotai diproyeksikan menarik investasi sebesar Rp30,44 triliun dan diproyeksikan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 30.000 orang hingga tahun 2025.

“Oleh karenanya, penting untuk kita melakukan evaluasi kinerja menyangkut perkembangan kawasan ini. Maka rakor ini, diharapkan memfasilitasi kita akan hal tersebut.” Tegasnya.

Ia lalu menyandarkan harapan kepada kepala Bappenas, agar KEK Morotai dalam perspektif kebijakan nasional diberikan ruang keberpihakan dalam pengembangannya.

Selanjutnya, pembangunan wilayah di KEK, memerlukan pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang menunjang kegiatan perekonomian kawasan. Pengembangan SDM tersebut dilakukan untuk mendapatkan tenaga kerja yang terdidik dan terampil serta berdaya saing.

Selain itu, dengan adanya pengembangan KEK melalui kegiatan perindustrian, maka diperlukan teknologi dan inovasi yang produktif untuk mendukung hilirisasi pertanian, kelautan dan perikanan serta pertambangan.

“Tentunya harapan kita kedepan, KEK Morotai akan mengambil bagian utama dan terpenting dari kerangka kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui ekspansi industri ekspor.” Katanya

Selain itu, KEK diharapkan dapat mengatasi masalah pengangguran yang dihadapi oleh perekonomian secara keseluruhan. Harapan ini tidaklah berlebihan, oleh karena KEK memiliki potensi untuk memberikan banyak manfaat. Pungkasnya (tr-08)

 

 

Reporter : M. Rifdi Umasangadji
Redaktur : Wawan Kurniawan