Membaca Realitas

Gandeng Pemerintah Swiss, Balai Lavotas Ternate Siap Laksanaka Program PLTS

TERNATE (kalesang)– Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Lavotas) Ternate, Maluku Utara melakukan proyek kerja sama Renewable Energy Skills Development (RESD) bersam pemerintah Swiss.

Sebelumnya, RESD adalah kerja sama pembangunan antara Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) dan Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO).

Hal itu, bertujuan untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten di bidang perencanaan, desain, pembangunan dan pemasangan, inspeksi dan commissioning, supervisi, pengoperasian dan pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), pembangkit listrik hybrid surya diesel, dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Proyek RESD itu, berlangsung selama 5 tahun, yang telah dimulai sejak tahun 2020 dan akan berkahir pada tahun 2025. Yang melibatkan BPSDM ESDM, Kementerian ESDM, Ditjen Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Kementerian Ketenagakerjaan (Kemanaker), Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Proyek yang didanai oleh SECO itu merupakan rangkaian dari persiapan penyelenggaraan Program Pelatihan Teknisi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Terkait hal itu, Senin (26/9/2022) kemarin, telah dilakukannya penandatanganan Berita Acara dan serah terima paket hibah pengadaan peralatan Laboratorium oleh Pimpinan Proyek RESD, Martin Stottele dan kepada Balai Lavotas Ternate.

Kepala Balai Lavotas Ternate, Abdul Azis mengungkapkan peralatan laboratorium yang dihibahkan terdiri dari peralatan solar PV portabel, peralatan panel solar rooftop ground mount dan pole mount, beserta prasarana pendukung lainnya.

“Kami mengapresiasi atas hibah peralatan laboratorium PLTS serta dukungan teknis lainnya untuk menyelenggarakan PLTS dari Pemerintah Swiss.”Katanya kepala kalesang.id, Selasa (27/9/2022).

Ia menuturkan, sesuai dengan data Kementerian ESDM, provinsi Maluku Utara memiliki potensi energi surya sebesar 3.036 MW, kondisi tersebut sejalan dengan Rencana Umum Energi Nasional yang mendorong pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang lebih tinggi

“Harapnya kami dapat menjadi penggerak dalam penyediaan tenaga kerja yang kompeten untuk operasi dan pemeliharaan PLTS di kawasan timur Indonesia khususnya Maluku Utara.”Tuturnya.

Sementara itu, Pimpinan Proyek RESD, Martin Stottele mengatakan hibah peralatan laboratorium itu merupakan wujud dukungan Pemerintah Swiss bagi Pemerintah Indonesia dalam melaksanakan program transisi energi.

“Harap kami peralatan laboratorium energi terbarukan itu, dapat meningkatkan kualitas pembelajaran peserta pelatihan sehingga mampu mencetak bibit yang unggul.”Jelasnya

Untuk diketahui, selain Balai Lavotas Ternate, Proyek RESD ini bekerjasama dengan empat Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas lainnya, yaitu BPVP Ambon, BPVP Banda Aceh, dan BPVP Lombok Timur.(M-02)

 

 

Reporter: Sitti Muthmainnah
Redaktur: Wawan Kurniawan