PMII Minta Pemkot Selesaikan Masalah Air Bersih di Kota Ternate
TERNATE (kalesang) – Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Babullah Ternate, Maluku Utara (Malut) menggelar aksi di depan Kantor Walikota Ternate, Senin (3/10/2022).
Aksi yang dilakukan tersebut, menuntut Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate agar menyelesaikan masalah air di Kota Ternate, pasalnya air seharusnya diprioritaskan kepada masyarakat, namun hanya dapat dinikmati oleh yang punya kuasa dan kekayaan.
“Hal tersebut terbukti benar ketika kami melalukan investigasi dan wawancara terhadap masyarakat yang berada di RT 7, 8, 9, 10, 11, dan 12 di Kelurahan Tabona, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate.” Demikian ditulis dalam selebaran yang dibagikan PMII.
Menurutnya mereka, apa yang disampaikan oleh masyarakat Tabona, bahwa air yang di distribusikan oleh pihak Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Ake Gaale PDAM kepada mereka itu dengan cara bergiliran.
Di mana, mekanisme itu digunakan berdasarakan pembagian RT, jadi jika hari ini air dialirkan ke RT 11 maka RT 12 belum dapat dialirkan. Hal tersebut ternyata berpengaruh terhadap hajatan ibadah, sosial dan budaya.
“Mereka harus menentukan terlebih dahulu jadwal distribusi air baru menentukan hajatan yang akan mereka selenggarakan.” Katanya.
“Selain masalah tersebut, kami juga menemukan bahwa ada salah satu warga di RT 12 yang tidak mendapatkan akses air bersih dari pihak PDAM.” Ujarnya.
Padahal, menurut PMII Cabang Babullah Ternate saat pihaknya menemui seorang warga, lokasi bak penampungan air hanya berjarak 50 meter dengan rumah pelanggan tersebut, di mana dijelaskan selama ini untuk konsumsi air ia dapat dari membeli air tangki.
“Satu profil air yang ia beli dihargai sebesar Rp70.000 dan hanya dapat dipakai selama tiga hari. Selain beberapa masalah di atas. juga terdapat masalah lainnya. yaitu indikasi penggunaan kapurit yang berlebihan dalam menetralisir air di bak penampungan itu sendiri.” Sebutnya.
Lanjutnya, salah satu warga pula mengatakan, bahwa saat air baru dialirkan dari bak penampungan ke rumah mereka, ketika kran diputar air terlihat sangat keruh, walau hal tersebut tidak berlangsung lama, warga merasa takut untuk menggunakannya.
“Akhirnya warga lebih memilih menggunkan air dari PDAM untuk kebutuhan mencuci pakaian, peralatan dapur dan untuk keperluan mandi.” Tutupnya.
Adapun Tuntutan PMII Cabang Babullah Ternate yakni:
1.Pihak PDAM segera lakukan pengecekakan lokasi yang mengalami masalah Air bersih di kelurahan Tabona, RT 11 dan 12.
2. PDAM harus mendistribusikan Air bersih secara merata.
3. Menolak Rencana kenaikan tarif Air bersih di Kota Ternate.
4. Pemerintah Kota Ternate harus memastikan bahwa seluruh Warganya mendapatkan pelayanan dan akses terhadap air yang murah, bersih dan sehat.(m-01)
Reporter: Rahmat Akrim
Redaktur: Wawan Kurniawan
