TERNATE (kalesang) – Pantai Kelurahan Sasa, Ternate Selatan, Maluku Utara, kini dikepung sampah plastik. Namun tampaknya tidak mendapatkan perhatian yang serius dari masyarakat dan pemerintah.
Amatan kalesang.id, di pantai Kelurahan Sasa RT 03/ RW 02 dipenuhi ragam jenis sampah, diantaranya sampah botol plastik, pakaian bekas, popok anak, kaleng, kantong plastik, dan jenis lainnya.
Rusdi (50), warga Kelurahan Sasa mengatakan, sampah yang tertumpuk ini sudah mengendap di lokasi tersebut bertahun-tahun lamanya.
“Bisa dilihat, sampah ini sudah menumpuk bahkan tertanam dan bercampur dengan tanah.”Ungkapnya pada kalesang.id, Kamis (27/10/2022)
Ia mengungkapkan, warga setempat sangat jarang membuang sampah di laut. Menurutnya, semua sampah ini merupakan sampah yang hanyut dari ketinggian lewat kali mati (Barangka) saat hujan yang menghimpit lokasi itu.
Rusdi menjelaskan, Sejak dibangun swering, saat hujan lebat ataupun air pasang, sampah-sampah akan menumpuk semua di pesisirdan hanya terkurung di lokasi itu.
“Jadi kalau ada sampah kering biasanya kami bakar.” Katanya.
Ia juga merasa resah dengan banyaknya sampah yang terbawa air, karena sering menyebabkan bau busuk. Namun ia mengaku warga tidak tahu apa yang harus diperbuat, hingga trus menumpuk.
“Hal ini harus jadi perhatian bersama, baik itu pemerintah maupun kesadaran di masing-masing warga.”Pintanya.
Hal yang sama dikeluhkan Siti (50) warga setempat, katanya sampah harusnya jadi perhatian bersama, bukan hanya masyarakat, namun pemerintah juga.
Ia menambahkan, disetiap lingkungan telah disediakan bak sampah, namun jarang mobil angkutan sampah datang untuk mengangkut sampah, bahkan dibiarkan hingga menimbulkan bau busuk, makanya warga bingung harus buang sampah kemana.
“Kami bingung, sampah ini harus dibuang kemana, apalagi pengetahuan masyarakat masih minim dalam pengelolaan sampah.” Tandasnya.(tr-04)
Reporter: Siti Halima Duwila
Readaktur: Wawan Kurniawan
