Membaca Realitas

Harga Kopra Naik Melambat, Nasib Petani Tak Jelas

TERNATE (kalesang) – Kepala Seksi Usaha Perdagangan dan Pendaftaran Usaha Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate Maluku Utara, menyampaikan  harga hasil perkebunan pada sektor rempah khususnya  kopra mulai bergerak naik, dari Rp 5.500 per kilogram kini  menjadi Rp 5.900 per kilogram.

Kenaikan sebesar Rp 400 tersebut, sangat baik untuk sektor rempah tersebut. “Kenaikan untuk harga kopra sebesar Rp 5.900 per kilogram terjadi sepekan terakhir,”ungkapnya.

Untuk sektor rempah kita berharap untuk terus naik agar petani bisa bernafas legah.

Sementara untuk rempah lainnya seperti cengkeh Rp 118 ribu per kilogram, Fuli pala Rp 220 ribu per kilogram,Pala biji Rp 90 ribu per kilogram, Kakau/coklat Rp 27 per kilogram, Kayu Manis Rp 40 ribu per kilogram.

Salah seorang Petani Kelurahan Maliaro Kota Ternate Ali, saat dikonfirmasi mengaku, saat ini harga mulai tidak stabil, namun untuk harga kopra sudah sekit naik.

Baca Juga: Harga Kopra Terjun Bebas, Anak Petani Terancam Putus Sekolah

“Kita berharap terus ada kenaikan agar kita bisa tetap bertahan hidup, semua kebutuhan kita tergantung harga perkebunan ini,”katanya.

Ali mengaku dua minggu lalu, harga kopra anjlok mencapai Rp 5000 per kilogram, dengan harga seperti ini kita tidak bisa kerja, karena kita harus membutuhkan orang lain untuk disewa (bayar).

Baca Juga: Harga Kopra Terjun Bebas, Anak Petani Terancam Putus Sekolah

“Jika harga turun seperti kita harus bayar orang juga bisa-bisa kita tidak dapat apa-apa yang ada kita malah keluarkan uang lebih banyak karena harus sewa orang naik, harapannya pemerintah bisa melihat kami peni yang sedang sulit saat ini,”tandasnya. (Mg-02)

 

 

Reporter: Sitti  Muthmainnah

Redaktur: Yunita Kaunar