TERNATE (Kalesang) – Salah satu pulau yang terletak di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara (Malut), yakni Pulau Widi dikabarkan bakal dilelang di situs asing.
Hal ini sebagaimana laporan dari Kompas.com yang mengutip CNN, bahwa pelelangan itu akan dilakukan di situs asing, yakni Sotheby’s Concierge Auctions yang berbasis di New York, AS.
Meskipun begitu tidak ada harga dasar, namun penawar diminta untuk memberikan deposit sebesar 100.000 dollar AS atau setara Rp1,5 miliar untuk membuktikan bahwa mereka serius.
Pulau Widi, diketahui terdapat lebih dari 100 pulau atau yang dalam pelelangan disebut The Widi Reserve, dengan luas 10.000 hektar.
Nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), kabarnya telah ditandatangani pada 2015 lalu, antara Provinsi Malut, Kabupaten Halmahera Selatan, dan PT Leadership Island Indonesia (PT LII) untuk mengembangkan sektor pariwisata di Widi.
Diketahui pula, PT LII akan mengelola kawasan Kepulauan Widi selama 35 tahun lamanya, setelahnya akan ditinjau kembali. Di mana, Widi akan dijadikan sebagai pusat ekoturisme dan bahari.
Sebagai gantinya, PT LII mempunyai tanggung jawab sosial alias corporate social responsibility (CSR) kepada masyarakat lokal, khususnya di bidang pendidikan dan ekonomi dalam rangka menyejahterakan masyarakat setempat.
Dilansir dari situs privateislandonline.com, bahwa pelelangan tersebut akan dilakukan pada tanggal 8 hingga 14 Desember 2022 mendatang, kawasan tersebut seluas 25.000,00 hektar.
Sekadar diketahui, Pulau Widi terletak jauh di Timur Indonesia, terdapat terumbu karang, cagar alam Widi adalah kepulauan atol karang yang memiliki lebih dari 100 pulau tropis murni tak berpenghuni yang dibatasi oleh 150 kilometer pantai berpasir putih halus, terumbu karang yang subur, dan laut dalam pribadi, perairan yang kaya nutrisi.
Gugusan Pulau Widi adalah salah satu ekosistem atol karang paling utuh yang tersisa di bumi dan kerajaan hewan dengan proporsi epik, rumah bagi ratusan spesies langka dan terancam punah termasuk Paus Biru, Hiu Paus, 600 spesies mamalia laut, ikan, burung, serangga yang terdokumentasi dan kadal, dan spesies yang belum ditemukan.(m-01)
Reporter: Rahmat Akrim
Redaktur: Junaidi Drakel
