Membaca Realitas

BMKG Prediksi Maluku Utara Bakal Dilanda Banjir Rob

Dipicu Fenomena Bulan Full Moon 06 Januari

TERNATE (kalesang) – Masyarakat Provinsi Maluku Utara (Malut) diminta untuk waspada terhadap potensi banjir (pesisir) rob.

Hal ini disampaikan langsung Kepala Pusat Meteorologi Maritim, Eko Prasetyo bahwa potensi banjir rob ini dikarenakan adanya fenomena Bulan Purnama (Full Moon) pada tanggal 06 Januari 2023.

Sehingga, hal tersebut dapat berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum. Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia termasuk Maluku Utara.

Eko mengemukakan, potensi banjir pesisir (rob) ini berbeda waktu, hari dan jam di tiap wilayah yang secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir.

“Seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas
tambak garam dan perikanan darat.” Ucap Eko keterangannya yang diterima kalesang.id, Rabu (04/01/2022).

Dengan demikian, Eko mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut.

“Selalu memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG.” Katanya.

Di Maluku Utara sendiri, banjir rob pernah terjadi beberapa tahun lalu, tepatnya pada akhir tahun 2021 silam yang melanda sebagian wilayah Malut seperti Kota Ternate dan Kabupaten Pulau Taliabu.

Di Kota Ternate, berdasarkan data yang dihimpun kalesang.id sedikitnya terjadi di beberapa titik seperti Pantai Fajalawa, Pantai Dufa-Dufa, Pantai Sulamadaha dan Pantai Kota Baru.

Sementara, di Kabupaten Pulau Taliabu sendiri biasanya terjadi di Desa Holbota, Kecamatan Taliabu Barat. Sebab, desa tersebut tepat berad di dekat pesisir pantai.

Apa itu Banjir Rob?

Sejalan dengan itu, Peneliti Utama Astronomi-Astrofisika, Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin mengatakan, banjir rob (coastal flooding) adalah banjir di wilayah pantai, terutama dikarenakan limpasan air laut ke daratan.

Dijelaskan, sebab utama banjir rob dapat disebabkan oleh pasang maksimum air laut karena faktor astronomis diferensial gravitasi bulan dan matahari.

Dimana, gelombang tinggi di pantai yang terpengaruh faktor angin, dan gabungan faktor astronomis dan gelombang laut.

“Efek diferensial gravitasi bulan terhadap bumi menyebabkan fenomena pasang surut air laut.” Jelas Djamaluddin sebagai dikutip kalesang.id dari BRIN, Rabu (04/01/2022).

Daftar Wilayah yang Berpotensi Banjir Pesisir (Rob)

Pesisir Sumatera Barat
Pesisir Bengkulu
Pesisir Kep. Riau
Pesisir Banten
Pesisir utara DKI Jakarta
Pesisir Jawa Barat
Pesisir Jawa Tengah
Pesisir Jawa Timur
Pesisir Nusa Tenggara Barat
Pesisir Nusa Tenggara Timur
Pesisir Kalimantan Barat
Pesisir Kalimantan Tengah
Pesisir Sulawesi Utara
Pesisir Sulawesi Selatan
Pesisir Maluku Utara
Pesisir Maluku
Pesisir Papua Selatan

 

Reporter: Rahmat Akrim

Redaktur: Wawan Kurniawan