Membaca Realitas

Perputaran Uang di Maluku Utara Meningkat, ATM di Kawasan Pertambangan Bertambah

BI: Pertumbuhan Ekonomi Bukan Indikator Kesetaraan Perputaran Uang di Maluku Utara

TERNATE (kalesang) – Perputaran uang di Provinsi Maluku Utara sepanjang Tahun 2022 tercatat outflow.

Berdasarkan siaran pers Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku Utara pada 20 Desember 2022 lalu, menyatakan peningkatan arus uang keluar atau Outflow ini, dipicu oleh semakin terbuka dan bertambahnya akses transportasi.

Dan yang paling menonjol adalah peningkatan dari sisi perdagangan dan industri, yang mulai beroperasi secara konsisten.

Sehingga menyebabkan tingginya mobilitas masyarakat yang memicu meningkatnya transaksi kegiatan ekonomi.

Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, R. Eko Adi Irianto, mengatakan, meskipun tercatat meningkat, namun, pertumbuhan ekonomi tidak bisa menjadi indikator yang setara dengan perputaran uang di Maluku Utara.

“Bisa jadi pertemuan ekonominya tinggi tapi perputaran uangnya tidak, sulit menyimpulkan karena uang tidak cash saja tapi ada non tunai.” Ungkapnya, Selasa (10/1/2023).

Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan perputaran uang di Maluku Utara terhitung tinggi pada kawasan pertambangan.

“Uang memang beredar sangat kencang di kawasan pertambangan.”Katanya.

Terkait hal itu, Eko menuturkan, dari sisi perbankan yang membuka cabang di kawasan pertambangan pada tahun 2022, juga meningkat.

“Trend terakhir, cabang perbankan dan ATMnya masuk ke PT. IWIP semakin banyak khususnya di kawasan Weda sampai Lelilef.” Ujarnya.

Baca Juga:O-Ranger PT POS Indonesia Ternate Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi yang Dibutuhkan

Untuk diketahui, jumlah ATM dan CRM di kawasan PT. IWIP pada tahun 2022 sebanyak 28 unit. Yang terdiri dari, Bank Mandiri sebanyak 11 unit, Bank BNI 4 unit, Bank BRI 12 unit, dan Bank BPD Maluku Malut 1 unit.

“6 unit ATM milik BRI Kantor Unit Weda ditempatkan di lokasi PT.IWIP.” Tandasnya.

 

Reporter: Sitti Muthmainnah
Redaktur: Wawan Kurniawan