Membaca Realitas

Chullen Rela Jual Vespa Kesayangan Demi Usaha Kopi Om Pepa di Ternate

Termasuk Motor Mio juga Dijual

TERNATE (kalesang) – Hanya karena keinginan bangun usaha kedai kopi, seorang pemuda di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, Chullen rela jual Vespa kesayangannya.

Sebelum masuk ke usaha kedai, Chullen ini merupakan salah satu anak muda yang berani bisnis jual beli Vespa sejak tahun 2013.

Kemudian di tahun 2017, Chullen mulai membuka kedai kopi yang dikenal dengan Om Pepa Coffee and Store, di Kelurahan Salero, Kecamatan Ternate Utara. Nama yang digunakan ini tidak terlepas dengan Vespa.

Di antara bisnis jual beli Vespa, Chullen mengaku memiliki beberapa Vespa kesayangan yang tidak dijual ke orang lain.

Hanya karena keinginan bangun kedai, di saat proses pembangunan, ia kekurangan banyak uang untuk membeli bahan.

Baca Juga: Bisnis Pakaian di Ternate Tutup, Abdullah Sandi Terjun ke Kedai Kanan.space

“Mau tidak mau saya harus jual Vespa kesayangan. Termasuk motor Mio.” Kata Chullen kepada kalesang.id, Selasa (10/1/2023).

“Salah satu alasan bikin kedai sendiri itu biar anak-anak Vespa punya tempat nongkrong yang menetap.” Ucapnya.

Sembari menunggu bangunan selesai dibangun, Chullen mulai membeli alat-alat kopi. Namun, dengan kondisi yang memang tidak punya basic di kopi. Ia hanya membeli alat sederhana, seperti mesin ekspreso rumahan.

“Saya tidak pernah lelah berdiskusi dengan teman-teman yang sudah lebih dulu paham tentang kopi.” Ucapnya.

Kopi yang pernah dibuat pertama kali, Chullen mencoba buat Vietnam Drip, dengan alat seduh yang menghasilkan minuman dengan cara ekstraksi lewat tetesan.

Baca Juga: Hobi Ngopi, Rio dan Istri Sukses Bangun Coffe Shop di Ternate dan Tidore

“Ketika kedai sudah selesai dan mulai jalan, butuh waktu satu tahun agar orang bisa tahu kedai kopi Om Pepa. Teman-teman dekat juga sangat ikut bantu dalam promosi.” Bebernya.

Di tahun 2018, kata Chulen, ia coba kolaborasi dengan beberapa teman untuk bangun kedai yang sama seperti Om Pepa.

“Sekarang teman-teman saya sudah mulai kelola kedai yang kita kolaborasi itu.” Ungkap Chullen.

Kedai kopi ini, lanjut Chullen, yang paling diperlukan adalah inovasi. Selain itu, dia manfaatkan media sosial, seperti Instagram @Om Pepa, untuk promosi.

“Alhamdullilah saat ini, Om Pepa bukan saja jual kopi, tetapi juga jual alat-alat kopi.” Kami biasa buka dari jam 11:00 WIT pagi hingga jam 12:00 WIT malam.

Baca Juga: Dipaksa Kerja Kantoran, Wahyudi Pilih Usaha Kedai Kopi di Kota Ternate

“Jadi kedai Om Pepa ini, selain mau datang minum kopi, saya selalu buka diri bagi siapa saja yang mau belajar tentang pembuatan kopi. Sudah ada beberapa orang yang  menjadi barista di tempat lain.” Sambungnya.

Saat ini, Chullen menambahkan, Om Pepa telah memiliki dua karyawan yang membantunya kelola kedai. Setiap usaha harus dibarengi dengan niat, kerja keras, dan percaya diri perlu ditanamkan, kemudian tindakan yang baik.

“Ini akan menjadi sebuah awal untuk bangun usaha bagi setiap pemula.” Pungkasnya.

Sekadar diketahui, Chullen pernah menjadi juri di kompetisi kopi dan open class di luar Kota Ternate. Chullen juga telah mendapat penghargaan sebagai kedai yang cukup lama di Kota Ternate.

 

Reporter: Siti Halima Duwila

Redaktur: Junaidi Drakel